Zona Malang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (5/1/2026). Optimisme pasar muncul setelah penutupan perdagangan Jumat (2/1) berakhir positif, ditopang aksi beli bersih investor asing senilai Rp1,14 triliun di pasar reguler. Kinerja ini mencerminkan perbaikan sentimen risiko di pasar domestik seiring dimulainya tahun baru.
Meski demikian, potensi penguatan IHSG diprediksi masih terbatas. Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai resistance terdekat berada di level 8.765. Pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia sebagai faktor domestik utama yang berpengaruh terhadap kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi.
Di panggung global, tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Perdagangan di Wall Street sebelumnya menunjukkan hasil beragam, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,66 persen, S&P 500 menguat 0,19 persen, sementara Nasdaq Composite sedikit melemah 0,027 persen.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyebut IHSG telah menembus area resistance di level 8.742. Momentum positif ini membuka peluang tren kenaikan lanjutan, selama indeks tidak turun di bawah level 8.599. Dengan proyeksi tersebut, IHSG berpotensi menuju area 8.877.
Seiring dengan prediksi penguatan IHSG, sejumlah saham dinilai memiliki potensi cuan. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL). BRMS masih dalam tren bullish meski sempat mengalami pullback, BULL menunjukkan peningkatan volume stabil, sementara NICL diperkirakan melanjutkan penguatan selama harga bertahan di atas support 1.300–1.325.
Binaartha Sekuritas turut menyoroti saham lain dengan prospek cerah. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) direkomendasikan hold dengan target Rp7.750. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direkomendasikan trading buy di area Rp3.060–Rp3.120 dengan target Rp3.350. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap direkomendasikan hold dengan target Rp8.450.
Selain itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) masuk kategori buy on weakness dengan area beli Rp4.350–Rp4.400 dan target Rp4.700. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga direkomendasikan buy on weakness pada area Rp56–Rp61 dengan target Rp69.
Para analis mengingatkan agar investor tetap selektif dalam memilih saham dan memantau pergerakan IHSG secara cermat. Meskipun peluang penguatan awal pekan terbuka, volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Perpaduan sentimen domestik dan global akan menjadi kunci arah pergerakan indeks.
Strategi trading jangka pendek dan investasi jangka menengah disarankan menyesuaikan kondisi pasar saat ini. Kombinasi faktor teknikal, fundamental, dan sentimen global diperkirakan akan mewarnai perdagangan awal tahun, dengan saham-saham pilihan menawarkan potensi keuntungan bagi investor yang cermat.







