Zona Malang – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memperbanyak jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari kalangan perempuan untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, saat mengunjungi Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1).
Dalam sambutannya, Gus Irfan—sapaan akrab Menteri Haji dan Umrah—menyebut konsep “haji ramah perempuan” bukan sekadar tagline, melainkan diwujudkan dalam bentuk nyata. Salah satunya adalah peningkatan jumlah petugas perempuan secara signifikan. Dari total sekitar 1.500 PPIH, sebanyak 531 orang adalah perempuan, atau lebih dari 30 persen. “Untuk petugas haji perempuan kita tingkatkan 531, berarti sekarang sudah 30 persen lebih,” ungkapnya.
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah haji perempuan. Sebagaimana diketahui, sebanyak 221.000 jamaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan pada 22 April 2026.
Pelatihan Fisik dan Mental Intensif
Para calon petugas perempuan, sebagaimana rekan mereka yang laki-laki, menjalani pelatihan fisik dan mental intensif selama tiga minggu, mulai 10 hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede. Rutinitas harian dimulai selepas salat Subuh dengan olahraga pagi, dilanjutkan latihan baris-berbaris untuk membentuk kedisiplinan dan kekompakan.
Baca Juga: KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Suviyanto, Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, menegaskan bahwa penguatan fisik dan mental menjadi poin krusial dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi. “Petugas harus kuat fisiknya, tangguh mentalnya, dan lapang hatinya. Karena yang kita hadapi adalah manusia dengan berbagai karakter dan kondisi,” ujarnya saat memberikan pembekalan, Senin (13/1).
Untuk mendukung hal tersebut, para calon petugas haji juga menerima materi dan praktik baris-berbaris dari instruktur TNI/Polri. Program ini dirancang khusus untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, profesionalisme, serta kesiapan dalam melayani jamaah haji. Suviyanto menekankan bahwa petugas dituntut memiliki stamina prima, daya tahan emosi yang kuat, serta kemampuan mengelola stres di tengah dinamika lapangan di Tanah Suci.
Komitmen Layanan Ramah Perempuan
Kebijakan ini menjadi simbol komitmen Kemenhaj RI dalam menghadirkan layanan haji yang inklusif dan ramah perempuan. Dengan peningkatan jumlah petugas perempuan, diharapkan jamaah haji perempuan dapat lebih nyaman, terlindungi, dan terlayani dengan baik sepanjang ibadah haji.







