Bali Ocean Days 2026: Gerakan Kolektif Menjaga Wisata Bahari Indonesia

ali Ocean Days 2026 di Jimbaran jadi momentum gerakan kolektif menjaga wisata bahari Indonesia. Aktivis, industri, masyarakat, dan pemerintah bersinergi demi keberlanjutan.

Zona Malang – Indonesia menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Di balik gemuruh ombak dan pesona pasir putih, muncul gerakan bersama untuk mentransformasi pola pikir agar alam kepulauan tetap lestari. Hal ini mengemuka dalam acara Bali Ocean Days di Jimbaran Convention Center, Sabtu (31/1/2026).

Sampah Jadi Titik Krusial

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pribadi, bukan sekadar urusan pihak lain. “Aktor pariwisata harus menyadari bahwa keindahan Bali sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau ‘repot’ dan berinvestasi untuk mengurus sampah,” ujarnya. Ia juga menekankan peran wisatawan agar berperilaku selaras dengan kelestarian alam.

Inovasi Teknologi Wedoo

CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, memperkenalkan mesin pengolahan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume hingga 95 persen. Teknologi ini tidak hanya mematahkan hambatan logistik di daerah terpencil, tetapi juga mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah. “Koral dan laut kita adalah salah satu yang terindah di dunia. Menjaganya bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk masa depan,” tegas Valerine.

Desa Pemuteran Jadi Teladan

Upaya menjaga keberlanjutan bahari juga tampak di Desa Pemuteran, Bali. Yayasan Karang Lestari bersama masyarakat berhasil memulihkan ekosistem terumbu karang dengan metode biorock. Manajer yayasan, Komang Astika, menyebut bahwa kesadaran kolektif warga mengubah tantangan ekologis menjadi peluang ekonomi. “Dengan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” katanya.

Dukungan Pemerintah

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran semua pihak dalam menata ulang wisata bahari. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaganya. “Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pidato kunci.

Kesimpulan

Bali Ocean Days 2026 menjadi momentum penting yang memperlihatkan sinergi antara aktivis, industri, masyarakat, dan pemerintah. Dengan inovasi teknologi, kesadaran kolektif, serta regulasi yang kuat, Indonesia berupaya memastikan laut dan pesisir tetap menjadi sumber inspirasi, kemakmuran, dan kebanggaan bagi generasi mendatang.