Mahasiswa KKN T Universitas Alma Ata Gelar Sosialisasi Edukasi Literasi Kesehatan Digital bagi Pelajar di SMA Negeri 1 Sedayu

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN T Universitas Alma Ata Kelompok 1

Zona Malang – Perkembangan teknologi digital membuat pelajar semakin mudah mengakses berbagai informasi kesehatan melalui internet dan media sosial. Di satu sisi, kemudahan ini membantu siswa memperoleh pengetahuan dengan cepat. Namun disisi lain, maraknya informasi yang tidak akurat dan hoax kesehatan menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, edukasi literasi kesehatan digital menjadi penting agar pelajar mampu bersikap kritis dan bijak dalam menerima informasi.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T) Universitas Alma Ata menggelar Sosialisasi Edukasi Literasi Kesehatan Digital bagi pelajar di SMA Negeri 1 Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar KKN T, yaitu “Membangun Desa Tangguh Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Gaya Hidup CERDIK, Penguatan Pendidikan Masyarakat, dan Literasi Teknologi Digital.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN T berupaya mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini dengan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya informasi kesehatan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan di era digital.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T) Universitas Alma Ata dengan pendampingan akademik dari Yanuar Wicaksono, S.Kom., M.Kom selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Edukasi Literasi Kesehatan Digital bagi Pelajar

Dalam kegiatan sosialisasi ini, siswa memperoleh pemahaman mengenai pengertian literasi kesehatan digital, ciri-ciri informasi kesehatan yang valid, serta cara mengenali hoax kesehatan yang sering beredar di media sosial. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Sebagai bagian dari penguatan literasi teknologi digital, siswa diperkenalkan dengan sumber informasi kesehatan yang terpercaya, seperti situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan lembaga kesehatan internasional World Health Organization (WHO). Dengan demikian, siswa diharapkan mampu membedakan informasi kesehatan yang berbasis fakta dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mendukung penerapan gaya hidup sehat sesuai prinsip CERDIK.

Peran Mahasiswa KKN dalam Pelaksanaan Sosialisasi

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN T Universitas Alma Ata Kelompok 1, yang terdiri dari Affrent Jundan Fahlevy, Sharur Ramaddan, Andre, Jaka Bangkit Sembada, Nilna Zulfa Azizah, Khairunnisa Eka Juniarti Hertiningrum, Jeni Nur Hazizah, Arinda Maharani, Niluh Ayu Ervani Novianti, Asri Yana, dan Yuyun Rahmawati. Seluruh anggota berperan aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan edukasi literasi kesehatan digital.

Evaluasi Literasi Kesehatan Digital melalui Pre-Test dan Post-Test

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pelaksana melakukan evaluasi melalui pre-test dan kuis interaktif. Pre-test diberikan sebelum penyampaian materi untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terkait literasi kesehatan digital. Sementara itu, kuis dilaksanakan di akhir kegiatan untuk mengukur pemahaman siswa setelah mengikuti sosialisasi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Rata-rata hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal siswa berada pada kisaran 56%. Setelah mengikuti sosialisasi dan mengerjakan kuis, tingkat pemahaman siswa meningkat hingga 82%. Dengan demikian, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 26%, khususnya dalam kemampuan membedakan informasi kesehatan fakta dan hoaks, mengenali sumber informasi yang terpercaya, serta meningkatkan kesadaran berpikir kritis dalam mendukung pencegahan penyakit tidak menular.

Tanggapan Guru dan Siswa

Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan tanggapan positif dari pihak sekolah. Ibu Palupi Nur Prihatini, S.Pd, selaku Pembina Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Sedayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan bagi siswa.

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi anak-anak, khususnya terkait pentingnya edukasi literasi kesehatan digital. Harapannya, siswa dan siswi mendapatkan informasi serta ilmu baru yang bermanfaat bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Veronika, siswi kelas XI 5, juga menyampaikan kesan dan pesannya terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut.

“Kegiatannya benar-benar seru, apalagi ini pertama kalinya kami mengikuti kegiatan seperti ini di Palang Merah Remaja (PMR). Kami mendapatkan pengalaman baru, wawasan baru, dan juga suasana belajar yang berbeda. Secara keseluruhan, semua kegiatan yang diikuti terasa asik. Pesannya, semoga kakak-kakak KKN selalu diberikan kelancaran dari awal hingga akhir, serta dimudahkan dalam setiap prosesnya sampai lulus nanti. Aamiin.

Melalui sosialisasi edukasi literasi kesehatan digital ini, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata berharap pelajar SMA Negeri 1 Sedayu mampu menjadi generasi yang lebih kritis, cerdas, dan bijak dalam mengakses informasi kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun desa tangguh penyakit tidak menular (PTM) melalui integrasi edukasi gaya hidup sehat CERDIK, penguatan pendidikan masyarakat, serta literasi teknologi digital sejak usia sekolah. (Saif/Adv)