Zonamalang.com – Kepala negara Prabowo Subianto melakukan peresmian operasional 1.061 unit Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak pada Sabtu (16/5) siang. Acara berlangsung langsung dari Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan dihadiri sejumlah kepala daerah termasuk Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 120 unit KDKMP yang berlokasi di Kabupaten Malang turut diresmikan secara virtual. Peresmian dilakukan dari Gedung KDKMP Desa Kedok Turen, Kecamatan Turen. Total pembangunan KDKMP di wilayah Kabupaten Malang mencapai 340 unit yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Tonggak Bersejarah Ekonomi Kerakyatan
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa peresmian ribuan koperasi ini menjadi momen bersejarah bagi pembangunan ekonomi kerakyatan Indonesia. Menurutnya, belum banyak negara yang sanggup meresmikan lebih dari seribu koperasi dalam waktu bersamaan dengan kelengkapan infrastruktur yang memadai.
“Koperasi yang kami resmikan hari ini bukan sekadar bangunan kosong. Semuanya telah dilengkapi dengan gudang penyimpanan, sistem operasional yang terintegrasi, stok logistik, hingga armada kendaraan untuk distribusi. Infrastruktur lengkap, sumber daya manusia siap, dan barang tersedia,” tegas Prabowo.
Angka Keberuntungan di Balik Jumlah Koperasi
Presiden mengungkapkan bahwa rencana awal peresmian menargetkan lebih dari 1.300 unit koperasi. Namun dengan nada bercanda, ia menjelaskan penyesuaian menjadi 1.061 unit karena angka tersebut memiliki makna khusus. Penjumlahan digit 1+0+6+1 menghasilkan angka 8 yang dianggap membawa keberuntungan.
Bersamaan dengan peresmian operasional, pemerintah juga mendistribusikan kendaraan operasional kepada setiap KDKMP yang telah menyelesaikan pembangunan 100 persen. Bantuan tersebut berupa satu unit truk dan satu unit mobil pick up yang diserahkan secara bertahap.
Realisasi Cepat dari Konsep ke Operasional
Prabowo menekankan bahwa kecepatan implementasi program menjadi aspek terpenting, bukan sekadar jumlah koperasi yang diresmikan. Program yang dimulai dari tahap konsep hingga operasional terealisasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
“Pembangunan fisik dimulai sekitar November 2025, dan dalam rentang tujuh bulan sudah dapat beroperasi di berbagai wilayah. Selain 1.061 koperasi yang diresmikan hari ini, kami menerima laporan bahwa lebih dari 9.000 koperasi secara fisik telah siap dioperasikan,” ungkap Presiden.
Dasar Hukum dan Pelaksana Pembangunan
Pembangunan KDKMP berlandaskan Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 17 Tahun 2025 yang diterbitkan 22 Oktober 2025. Inpres tersebut mengatur percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan pembangunan diamanatkan kepada PT. Agrinas Pangan Nusantara yang berkolaborasi dengan TNI. Sinergi antara perusahaan BUMN dan institusi militer ini diterapkan untuk merealisasikan pembangunan KDKMP di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang.
Penguatan Ekonomi Desa dan Distribusi Pangan
Program KDKMP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat perekonomian tingkat desa. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat rantai distribusi kebutuhan pokok di tingkat lokal.
Pemerintah menargetkan koperasi-koperasi ini dapat memberdayakan masyarakat berbasis sistem koperasi yang solid. Dengan infrastruktur lengkap dan sistem operasional yang terintegrasi, KDKMP diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.







