Idul Adha 2026: Dosen UB Ajak Umat Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

Dosen PPA UB mengajak umat Islam memaknai Idul Adha sebagai pembelajaran pengorbanan dan keikhlasan dari kisah Nabi Ibrahim. UB gelar salat Id dan sembelih 35…

Zonamalang.com – Momentum peringatan Idul Adha seharusnya dijadikan sebagai kesempatan untuk mendalami makna pengorbanan, keikhlasan, dan keteguhan iman yang tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim AS. Demikian disampaikan Dr. Khusnul Fathony, M.Ag, yang menjabat sebagai Ketua Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya (PPA UB), dalam tayangan “Bonsai on Podcast” pada Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, esensi kehidupan manusia sejatinya adalah tentang pengorbanan. Setiap tantangan yang dihadapi dan upaya menyelesaikannya merupakan wujud dari berkorban. Ia mencontohkan bagaimana kurban menjadi tolok ukur prioritas seseorang dalam hidup.

“Manusia memang diperbolehkan mencintai hartanya. Namun, saat diminta untuk bersedekah, di sanalah tampak jelas mana yang lebih diutamakan dalam hidupnya,” ungkap Dr. Khusnul.

Melalui podcast tersebut, sivitas akademika UB dan masyarakat luas diundang untuk berpartisipasi dalam serangkaian acara Idul Adha di kampus. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung dalam merasakan nilai-nilai pengorbanan yang terkandung dalam ibadah kurban menjelang perayaan 10 Dzulhijjah yang akan jatuh pada Rabu (27/05/2026).

Rangkaian Acara Idul Adha di Kampus UB

Universitas Brawijaya telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Salat Id akan digelar pukul 06.00 WIB di Lapangan Rektorat dengan akses terbuka bagi masyarakat umum, dengan catatan peserta harus hadir tepat waktu.

Setelah pelaksanaan salat, acara akan dilanjutkan dengan penampilan seni bernuansa religi. PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) juga akan menggelar bazar kuliner wisata. Puncak acara adalah penyembelihan hewan kurban yang akan dilaksanakan di kampus.

Hingga podcast tersebut ditayangkan, pihak universitas telah merencanakan penyembelihan 20 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UB telah memastikan bahwa seluruh hewan kurban memenuhi standar kesehatan dan higienitas yang diperlukan.

“Distribusi daging kurban sudah dipetakan dengan matang. Sasarannya adalah kaum dhuafa, warga sekitar kampus, dan sivitas akademika yang berhak menerima. Hingga kini, sekitar 2.500 kupon telah disebarkan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran,” papar Dr. Khusnul.

Meneladani Keteguhan Iman Nabi Ibrahim

Pelaksanaan ibadah kurban di UB merupakan implementasi nyata dari meneladani kisah Nabi Ibrahim AS. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Q.S Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6 yang menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim adalah uswatun hasanah atau teladan yang baik.

Dr. Khusnul menjelaskan bahwa sejak awal, Nabi Ibrahim telah memperlihatkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami keberadaan Tuhan. Meskipun hidup di tengah masyarakat penyembah berhala, termasuk ayahnya sendiri, beliau tetap konsisten meyakini keesaan Allah SWT. Keteguhan inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam.

Komitmen Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Ilahi juga patut diteladani. Beliau rela berhijrah dari Palestina menuju Mekkah bersama keluarga demi melaksanakan perintah membangun Ka’bah dan menegakkan salat, sebagaimana tercatat dalam Q.S Ibrahim ayat 37. Nabi Ibrahim juga dikenal sebagai sosok yang tak henti-hentinya mendoakan kebaikan bagi keturunannya.

Puncak Ujian Keikhlasan

Kisah paling monumental dari Nabi Ibrahim adalah ketika beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Perintah ini menjadi simbol tertinggi dari ketundukan dan keikhlasan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Yang menarik, sebelum melaksanakan perintah tersebut, Nabi Ibrahim terlebih dahulu berdialog dengan putranya. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya musyawarah dan komunikasi yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ujian yang dihadapi Nabi Ibrahim diabadikan Allah untuk menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. Nama beliau pun tercatat sebagai nama yang mulia,” tutup Dr. Khusnul.

Melalui peringatan Idul Adha tahun ini, diharapkan umat Islam dapat mengambil hikmah mendalam dari kisah Nabi Ibrahim AS, tidak sekadar melaksanakan ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan keteguhan iman dalam kehidupan sehari-hari.