Zonamalang.com – Wilayah selatan Kota Nabire di Provinsi Papua Tengah mengalami guncangan gempa bumi pada Selasa pagi, 2 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09:17:04 WIB dengan kekuatan mencapai Magnitudo 4,0. Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di wilayah daratan dengan kedalaman yang relatif dangkal.
Berdasarkan pencatatan BMKG, titik pusat gempa berada pada posisi geografis 3.67 derajat Lintang Selatan dan 135.41 derajat Bujur Timur. Jarak episentrum diperkirakan sekitar 36 kilometer dari pusat Kota Nabire ke arah selatan. Kedalaman hiposentrum tercatat pada 13 kilometer di bawah permukaan tanah, mengindikasikan adanya pergerakan lempeng atau aktivitas sesar lokal di kawasan tersebut.
Tingkat Getaran yang Dirasakan Warga
Intensitas getaran gempa di wilayah Nabire mencapai skala II hingga III pada Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, sejumlah penduduk melaporkan merasakan getaran ringan. Beberapa benda yang tergantung seperti lampu hias atau hiasan dinding terlihat bergoyang pelan. Getaran juga cukup untuk membangunkan sebagian warga yang sedang beristirahat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau bangunan akibat guncangan gempa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak gempa masih dalam kategori ringan dan tidak menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan warga.
BMKG: Tidak Ada Ancaman Tsunami
BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa yang mengguncang Nabire tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami. Karakteristik gempa dengan pusat di daratan dan kedalaman relatif dangkal menjadi faktor utama mengapa tidak ada ancaman gelombang pasang. Meskipun demikian, instansi ini tetap mengeluarkan imbauan agar informasi disebarluaskan kepada masyarakat.
Pihak BMKG mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Validasi informasi dari sumber resmi seperti laman dan media sosial BMKG menjadi kunci untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Langkah Antisipasi bagi Masyarakat
Masyarakat di Nabire dan sekitarnya diimbau untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada retakan atau kerusakan struktural yang berpotensi berbahaya jika terjadi gempa susulan. Warga juga disarankan untuk menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya sebagai langkah kesiapsiagaan.
Selain itu, penting bagi warga untuk mengenali jalur evakuasi terdekat dan titik kumpul aman di lingkungan sekitar. Koordinasi dengan perangkat desa atau kelurahan setempat dapat membantu meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana serupa di masa mendatang.
Aktivitas Seismik di Papua Tengah
Papua Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Gempa-gempa dengan magnitudo kecil hingga menengah kerap terjadi sebagai akibat dari pergerakan alami lempeng bumi di kawasan ini.
Meskipun sebagian besar gempa yang terjadi tidak menimbulkan dampak destruktif, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Edukasi mengenai mitigasi bencana dan pemahaman tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua Tengah. Informasi terkini mengenai gempa bumi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk memastikan masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.







