Deddy Corbuzier Dukung Google Soal Perpres Jurnalisme Berkualitas: Bisa Mematikan Konten Kreator di Indonesia

Zona Malang – Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Jurnalisme Berkualitas menjadi isu yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keragaman sumber berita bagi masyarakat. Bahkan, Deddy Corbuzier, seorang artis, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa aturan tersebut dapat membunuh industri konten kreator di Indonesia.

Pada Jumat 28 Juli 2023, Deddy mengungkapkan kekhawatirannya melalui akun Twitter @corbuzier. Dalam cuitannya, pembawa acara Deddy Corbuzier Podcast juga menyertakan protes dari Google terhadap perpres yang sama.

“Apakah Anda tahu tentang berita ini? Menurut pandangan saya, jika aturan pemerintah ini diberlakukan, maka akibatnya akan MEMATIKAN SEMUA konten kreator di Indonesia,” ungkap Deddy seperti yang dikutip dari Zona Malang, Jumat 28 Juli 2023.

Kekhawatiran Deddy tidak berhenti di situ saja. Ia menganggap bahwa jika Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas benar-benar diberlakukan, maka akan terjadi perubahan total dalam industri media saat ini.

Ia bahkan menduga bahwa sistem media di Indonesia akan kembali seperti masa lalu, di mana pemerintah memiliki peran yang lebih besar dalam mengatur segala hal.

“Kita akan kembali ke media konvensional.. Oligaaaaar… GOKIL kan..,” tambahnya dalam cuitannya.

Kenapa Google Ikut Mengkritik?

Penerbitan Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas juga memicu kritik dari Google. Melalui surat, Google menyampaikan bahwa perpres yang dimaksud dapat mengancam keragaman sumber berita yang diterima oleh masyarakat.

“Daripada membangun jurnalisme berkualitas, peraturan ini justru dapat membatasi keragaman sumber berita yang dapat diakses oleh masyarakat karena memberikan kekuasaan kepada lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten yang dapat muncul secara daring dan juga penerbit berita mana yang diizinkan untuk memperoleh pendapatan dari iklan,” tulis Google dalam blog resminya.

Google juga menegaskan bahwa jika perpres tersebut diberlakukan dalam bentuk yang ada saat ini, maka mereka akan mengevaluasi kelangsungan program yang telah berjalan.

“Jika diberlakukan dalam bentuk saat ini, peraturan baru tentang berita ini secara langsung akan mempengaruhi kemampuan kami untuk menyediakan sumber informasi daring yang relevan, kredibel, dan beragam bagi pengguna produk kami di Indonesia.”

“Sebagai akibatnya, segala upaya yang telah kami lakukan dan ingin kami lakukan untuk mendukung industri berita di Indonesia selama ini dapat menjadi sia-sia. Kami akan terpaksa mengevaluasi kelangsungan berbagai program yang telah berjalan dan juga bagaimana kami dapat mengoperasikan produk berita kami di negara ini.”

Bahkan raksasa internet tersebut mengungkapkan bahwa jika aturan tersebut diberlakukan dalam bentuk yang ada saat ini, hal itu akan berdampak pada ribuan penerbit berita dan hanya menguntungkan sejumlah kecil penerbit berita.

“Pembatasan akses berita daring: Peraturan ini hanya menguntungkan sejumlah kecil penerbit berita dan membatasi kemampuan kami untuk menampilkan beragam informasi dari ribuan penerbit berita lainnya di seluruh Indonesia, sehingga merugikan ratusan penerbit berita kecil.”