Zona Malang – Sebuah video yang menunjukkan seorang tukang parkir dipukul oleh seorang pria berbadan gemuk yang diduga sebagai oknum anggota TNI viral di media sosial Twitter atau X.
Video ini pertama kali tersebar luas setelah diunggah oleh Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, yang mengambilnya dari pemilik akun Instagram @bobbunainggolan96. Kemudian, video ini diunggah ulang oleh pemilik akun Twitter @lovelyb1e.
Dalam keterangan yang disertakan oleh @lovelyb1e, disebutkan bahwa Wakil Ketua DPR RI, Ahmad Sahroni, membagikan video tersebut di akun Instagramnya. Kejadian pemukulan terhadap tukang parkir di Bandung terjadi pada Minggu, 20 Agustus 2023, dan pelaku diduga adalah anggota TNI.
Video tersebut menampilkan seorang pria yang mengenakan helm dan celana loreng mendekati seorang tukang parkir dan melepaskan helmnya. Tanpa diduga, pria tersebut tiba-tiba memukul kepala tukang parkir tersebut.
Berdasarkan informasi dari pengunggah video, peristiwa ini terjadi di depan kafe Wagobar, Jalan Gegerkalong Hilir, Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Bandung.
Video kekerasan terhadap tukang parkir ini memicu kemarahan sejumlah netizen yang mengomentari unggahan @lovelyb1e di Twitter. Mereka menyatakan ketidakpuasan terhadap tindakan tersebut dan mengecam perilaku oknum anggota TNI yang dianggap arogan.
Pengguna Twitter @mur*** berkomentar, “Nanti kalau sudah lepas baru tahu gimana rasanya jadi warga biasa yang tidak dihargai.”
Sementara itu, @and*** menyatakan, “Mereka lagi mangkannya jangan hormat-hormat amat kalau ketemu, mereka semua sombong. Gaji dari pajak rakyat aja, kok bukannya bersyukur ya. Galak-galak, heran deh.”
Beberapa netizen juga meminta agar kejadian ini tidak dibiarkan begitu saja. Salah satunya, @ula*** yang mengatakan, “Tolonglah Pak @Puspen_TNI, yang seperti ini jangan dilepas begitu saja. Kembalikan ke barak mereka. Ini sudah melukai warga. Lama-lama, jika perilaku seperti ini terus terjadi, warga juga akan habis.”
Tanggapan serupa datang dari @Bon*** yang menegaskan, “Sudah dalam proses, tidak ada kata maaf, terlalu arogan. Mungkin jika sudah takdirnya, tidak mungkin juga menjadi tukang parkir. Proses saja, ini negara hukum.”.***







