Aceh Utara, Zona Malang – Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang ibu yang geram terhadap jajanan seharga Rp500 yang diberikan oleh Posyandu di lingkungannya. Dalam video yang diunggah di akun Tiktok @abayabest dengan cepat mendapat perhatian luas dari netizen.
Ibu yang diketahui bernama Yulia berasal dari Desa Matang Panyang, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap jajanan ini. Menurutnya, jajanan seharga Rp500 tersebut tidak sesuai dengan tujuan dari Posyandu, yang seharusnya lebih mengutamakan kualitas nutrisi.
Dalam video tersebut, Yulia memperlihatkan beberapa jajanan yang diberikan kepada anak-anak. Dengan nada tegas, ia menyuarakan kekesalannya terhadap cara pembagian makanan ini kepada anak-anak, yang menurutnya tidak sesuai dengan upaya pencegahan stunting.
Yulia mengungkapkan bahwa jajanan yang dibagikan tidak memiliki nilai gizi yang jelas. Ia juga menyoroti bahwa para ibu di lingkungannya bisa dengan mudah membeli jajanan serupa tanpa harus melalui Posyandu.
Yulia mencatat bahwa tujuan dari Posyandu seharusnya meliputi imunisasi, konsultasi ibu hamil, pencegahan dan pertumbuhan anak, serta pencegahan stunting. Namun, menurutnya, pemberian makanan seharga Rp500 tidak mendukung tujuan ini.
Video tersebut telah mendapatkan lebih dari 6.059 komentar dari berbagai pengguna media sosial. Sebagian besar komentar dari netizen memberikan penjelasan terkait jenis makanan yang diberikan, sementara yang lainnya memberikan dukungan kepada Yulia untuk memviralkan isu ini.
Isu ini memunculkan diskusi tentang pentingnya memberikan makanan yang berkualitas dalam upaya pencegahan stunting anak-anak. Semoga isu ini dapat membuka pintu bagi perubahan yang lebih baik dalam program pencegahan stunting di wilayah tersebut Aceh Utara – Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang ibu yang geram terhadap jajanan seharga Rp500 yang diberikan oleh Posyandu di lingkungannya. Dalam video yang diunggah di akun Tiktok @abayabest dengan cepat mendapat perhatian luas dari netizen.
Ibu yang diketahui bernama Yulia berasal dari Desa Matang Panyang, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap jajanan ini. Menurutnya, jajanan seharga Rp500 tersebut tidak sesuai dengan tujuan dari Posyandu, yang seharusnya lebih mengutamakan kualitas nutrisi.
Dalam video tersebut, Yulia memperlihatkan beberapa jajanan yang diberikan kepada anak-anak. Dengan nada tegas, ia menyuarakan kekesalannya terhadap cara pembagian makanan ini kepada anak-anak, yang menurutnya tidak sesuai dengan upaya pencegahan stunting.
Yulia mengungkapkan bahwa jajanan yang dibagikan tidak memiliki nilai gizi yang jelas. Ia juga menyoroti bahwa para ibu di lingkungannya bisa dengan mudah membeli jajanan serupa tanpa harus melalui Posyandu.
Yulia mencatat bahwa tujuan dari Posyandu seharusnya meliputi imunisasi, konsultasi ibu hamil, pencegahan dan pertumbuhan anak, serta pencegahan stunting. Namun, menurutnya, pemberian makanan seharga Rp500 tidak mendukung tujuan ini.
Video tersebut telah mendapatkan lebih dari 6.059 komentar dari berbagai pengguna media sosial. Sebagian besar komentar dari netizen memberikan penjelasan terkait jenis makanan yang diberikan, sementara yang lainnya memberikan dukungan kepada Yulia untuk memviralkan isu ini.
Isu ini memunculkan diskusi tentang pentingnya memberikan makanan yang berkualitas dalam upaya pencegahan stunting anak-anak. Semoga isu ini dapat membuka pintu bagi perubahan yang lebih baik dalam program pencegahan stunting di wilayah tersebut.***







