MALANG, Zona Malang – Bencana alam yang terjadi di kawasan wisata Watu Lumpang, jalur Pacet-Cangar, Mojokerto, Jawa Timur telah menimbulkan duka mendalam bagi sebuah keluarga di Sidoarjo. Setelah pencarian panjang, keenam anggota keluarga Madjid Zatmo Setio (30) akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keenam korban tersebut terdiri dari dua anak Madjid, yakni SN dan PQ, istrinya Reni Anggraeni, kedua orang tuanya Wahyudi dan Jaenah, serta mertuanya, Saudah. Jenazah mereka tiba di rumah duka di Sidoarjo pada pukul 19.30 WIB, Jumat (4/4).
Suasana duka masih menyelimuti rumah korban. Sejumlah kerabat dan warga terlihat terus berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa. Di teras rumah, isak tangis dan pelukan dari keluarga dan para pelayat menggambarkan kesedihan mendalam yang dirasakan atas musibah ini.
Sudiyo Husodo (44), kakak kandung Madjid, mengatakan bahwa keluarganya mendapat kabar tentang kecelakaan tersebut pada Kamis (3/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian, pada pukul 21.30 WIB, pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa istri, anak-anak, serta orang tua dan mertua adiknya telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah sakit.
“Mobil Toyota Innova Reborn warna abu-abu yang dikendarai adik saya itu rencananya mau silaturahmi ke keluarga di Bumiayu, Batu. Tapi musibah longsor menimpa mereka di tengah perjalanan,” ungkap Sudiyo.
Musibah tanah longsor terjadi di kawasan wisata Watu Lumpang, jalur Pacet–Cangar, pada Kamis (3/4) siang sekitar pukul 11.15 WIB. Material longsor berupa lumpur, batu besar, dan pepohonan menutup jalan sepanjang 50 meter.
Dua kendaraan, yakni satu mobil pikap putih dan Toyota Innova Reborn milik korban, tersapu longsor saat melintas di jalur tersebut. Kedua mobil kemudian terjun ke dalam jurang dan tertimbun material longsor.
Hingga saat ini, data sementara mencatat sepuluh korban jiwa akibat bencana tersebut. Tujuh di antaranya berasal dari satu keluarga yang sama, yaitu keluarga Madjid asal Sidoarjo.
Bencana alam ini telah menghantam keluarga Madjid dengan sangat tragis. Seluruh anggota keluarganya, termasuk anak-anak, istri, orang tua, dan mertua, telah ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian yang panjang.
Sudiyo, selaku kakak kandung Madjid, merasa sangat terpukul dengan musibah yang menimpa adiknya. Ia mengungkapkan bahwa keluarga Madjid hanya ingin melakukan silaturahmi ke keluarga di Bumiayu, Batu, namun tragedi tanah longsor justru merenggut nyawa mereka.
Tragedi ini telah menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga Madjid dan masyarakat sekitar. Pihak berwenang dan tim SAR terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban, serta penanganan dampak bencana alam ini. Semoga keluarga Madjid dapat diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melalui masa-masa sulit ini.







