Tragedi Keluarga di Pacet: Tujuh Tewas Tertimbun Longsor

MALANG, Zona Malang – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban tanah longsor di Desa Kloposepuh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Tragedi ini terjadi pada Kamis (3/4/2025) di jalur Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang menewaskan sepuluh orang, termasuk tujuh anggota keluarga asal Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, datang bertakziah sekaligus mengikuti doa tahlil untuk mengenang para korban. Kehadiran Bupati Subandi tak hanya sebagai bentuk belasungkawa pribadi, tetapi juga membawa pesan solidaritas dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia didampingi oleh jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0816, Kapolres Sidoarjo, perwakilan Baznas, Dinas Sosial, Camat Sukodono, serta unsur Forkopimka lainnya. Bersama warga dan keluarga, mereka melantunkan doa untuk para almarhum.

“Kami sangat berduka. Semoga Allah SWT menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan dan menerima amal ibadah para korban,” ujar Bupati Subandi dengan nada haru.

Ketujuh korban yang berasal dari Desa Kloposepuh adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), dan Saudah (70). Jenazah telah dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Bupati Subandi juga mengingatkan masyarakat Sidoarjo untuk waspada, terutama saat bepergian melintasi jalur rawan longsor. “Curah hujan masih tinggi. Saya imbau warga untuk menunda perjalanan jika tidak mendesak, terutama di daerah yang rawan bencana,” pesannya.

Tak hanya duka yang terasa di rumah duka, tetapi juga semangat kebersamaan. Warga sekitar terlihat hadir memberikan dukungan moril, memperkuat ikatan sosial di tengah musibah yang mengguncang.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang kapan saja. Perlu kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, dan kesadaran masyarakat untuk meminimalkan risiko, terutama di wilayah dengan kerentanan tinggi seperti Pacet.

Kepala Desa Kloposepuh, Sukodono, Sidoarjo, Masjid Zatmo Setio, menyampaikan duka mendalam atas kehilangan tujuh anggota keluarganya. “Kami sangat terpukul dengan tragedi ini. Semoga keluarga kami diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melalui masa-masa sulit ini,” ujarnya dengan air mata.

Selain Masjid Zatmo Setio, keluarga korban lainnya juga mengemukakan kesedihan yang mendalam. Rani Anggraeni (28), istri dari Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, mengungkapkan bahwa ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa suami dan anaknya telah tiada. “Saya masih belum percaya ini terjadi pada keluarga kami. Kami sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk dapat bangkit dari musibah ini,” katanya dengan penuh kesedihan.

Bencana tanah longsor yang terjadi di jalur Pacet, Mojokerto, telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, khususnya bagi keluarga asal Desa Kloposepuh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Bupati H. Subandi, telah memberikan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga korban. Selain itu, warga sekitar juga turut memberikan dukungan moril, memperkuat ikatan sosial di tengah musibah yang mengguncang.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, perlu adanya kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, dan kesadaran masyarakat untuk meminimalkan risiko, terutama di wilayah dengan kerentanan tinggi seperti Pacet. Semoga keluarga korban dapat diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melalui masa-masa sulit ini.