Listrik Demi Hasil Panen Berlimpah: Peran PLN dalam Elektrifikasi Pertanian

MALANG, Zona Malang – PT PLN (Persero) turut berkontribusi dalam menyukseskan panen raya serentak di 14 provinsi, termasuk di Jawa Timur, melalui elektrifikasi pertanian. Provinsi Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional.

Elektrifikasi Pertanian di Jawa TimurHingga Februari 2025, PLN telah melistriki sebanyak 165.843 pelanggan dari sektor Agriculture di Jawa Timur dengan total daya 1.301,22 MVA. Elektrifikasi ini mencakup 4 klaster, yaitu pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, dengan klaster pertanian mendominasi sebanyak 129.022 pelanggan atau 78 persen.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa PLN siap mendukung petani dengan keandalan listrik untuk pertanian modern guna meningkatkan produktivitas melalui penggunaan teknologi, seperti irigasi listrik, pompa air, hingga pengolahan pascapanen.

Dampak Positif Elektrifikasi PertanianPetani di Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, yang menjadi lokasi panen raya, merasakan dampak positif elektrifikasi pertanian bagi peningkatan produksinya. Hampir semua pompa air sawah di kawasan tersebut menggunakan tenaga listrik, tidak lagi berbahan bakar minyak.

Mistono, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tumpuk Renteng, juga merasakan dampak positif dengan kehadiran irigasi perpompaan (irpom) untuk pengairan sawah. Sebelumnya, mereka sering terkendala kekurangan air untuk penggarapan sawah.

Peran PLN dalam Menyukseskan Panen RayaSebagai wujud peran aktif dan keterlibatan PLN dalam menyukseskan program pompanisasi yang digalakkan Kementerian Pertanian, PLN akan terus memperluas jangkauan elektrifikasi pertanian di berbagai wilayah Jawa Timur. Diharapkan, pemanfaatan listrik untuk sawah ini akan segera diikuti oleh kelompok tani lainnya sehingga percepatan perluasan areal tanam melalui pompanisasi dapat segera terealisasi.

Kontribusi Jawa Timur dalam Ketahanan Pangan NasionalProvinsi Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional dengan menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produksi pertanian lewat elektrifikasi pertanian yang terus digencarkan PLN.

Panen Raya Serentak di Jawa TimurPanen raya serentak di Jawa Timur digelar di 37 kabupaten/kota pada Senin (7/4) lalu dengan total luas area yang dipanen mencapai 5.000 hektare (ha). Keberhasilan panen raya ini tidak terlepas dari peran PLN dalam mendukung elektrifikasi pertanian di Jawa Timur.

Elektrifikasi Sektor Agriculture di Jawa TimurPLN telah melistriki sebanyak 165.843 pelanggan dari sektor Agriculture di Jawa Timur dengan total daya 1.301,22 MVA. Elektrifikasi ini mencakup 4 klaster, yaitu pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, dengan klaster pertanian mendominasi sebanyak 129.022 pelanggan atau 78 persen.

Peran PLN dalam Mendukung PetaniPLN siap mendukung petani dengan keandalan listrik untuk pertanian modern guna meningkatkan produktivitas melalui penggunaan teknologi, seperti irigasi listrik, pompa air, hingga pengolahan pascapanen. Hal ini bertujuan untuk mempercepat perluasan areal tanam melalui pompanisasi.

Dampak Elektrifikasi Pertanian bagi PetaniPetani di Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dan Mistono, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Tumpuk Renteng, merasakan dampak positif elektrifikasi pertanian bagi peningkatan produksi mereka. Penggunaan pompa air listrik dan irigasi perpompaan (irpom) telah membantu mengatasi kendala kekurangan air untuk penggarapan sawah.

Harapan untuk Masa DepanKedepannya, diharapkan pemanfaatan listrik untuk sawah ini akan segera diikuti oleh kelompok tani lainnya sehingga percepatan perluasan areal tanam melalui pompanisasi dapat segera terealisasi. Dengan dukungan elektrifikasi pertanian yang terus digencarkan oleh PLN, Jawa Timur diharapkan dapat terus menjaga kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.