MALANG, Zona Malang – Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Jawa Timur Dukung Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Program Lanjutan “Katalisator Kemitraan Berdikari”
Surabaya – Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Jawa Timur mendukung secara positif program lanjutan “Katalisator Kemitraan Berdikari” yang diluncurkan pada Oktober tahun lalu oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara berbagai pemangku kepentingan, seperti Pemerintah Daerah, Mitra Dunia Usaha dan Industri, Komunitas, Perguruan Tinggi, serta Sekolah Menengah Kejuruan.
Program “Katalisator Kemitraan Berdikari” dirancang untuk mendorong terciptanya inovasi yang berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi, baik di komunitas masyarakat maupun di sektor industri. Terdapat dua skema program yang diluncurkan, yaitu Skema Emas (Ekonomi Mandiri dan Sejahtera) dan Skema Berlian (Berdaya saing, Efektif dan Berkelanjutan).
Skema Emas berfokus pada pengembangan produk tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyelesaikan masalah lokal, dan meningkatkan nilai jual komoditas unggulan daerah. Batas maksimum pendanaan yang bisa diajukan adalah sebesar Rp500 juta per usulan. Sementara Skema Berlian ditujukan untuk menciptakan produk berstandar industri yang dapat memenuhi rantai pasok industri, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Prof. Ir. Amang Sudarsono, ST, Ph.D., Ketua Konsorsium PTPPV Jawa Timur sekaligus Wakil Direktur Bidang Kerja sama dan Teknologi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), menyampaikan bahwa program “Berdikari” merupakan salah satu program kerja sama unggulan di PENS. Sebagai anggota konsorsium, PENS ikut berpartisipasi melalui lima judul riset yang memfokuskan pada peningkatan produktivitas peternakan sapi di Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur.
Menurut Amang, Kecamatan Pudak memiliki potensi yang dapat mendukung kemandirian perekonomian di daerah Jawa Timur, khususnya di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Pudak dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah dan sayur mayur. Setelah melakukan pertemuan dan diskusi panjang dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, akhirnya Konsorsium memutuskan untuk memilih Pudak, Ponorogo sebagai lokasi implementasi riset.
Riset yang diimplementasikan PENS di Pudak meliputi berbagai area, mulai dari optimalisasi peternakan hingga pengolahan limbah. Lima riset yang dikembangkan oleh tim PENS adalah: D-COWs-Reog: Otomatisasi kandang dengan sistem informasi terpadu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan sapi perah; SMART-UHT: Pemanfaatan IoT untuk otomatisasi produksi susu UHT guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing ekonomi lokal; POROS-PJU: Smart Penerangan Jalan Berbasis IoT untuk Efisiensi Energi; CREATE e-ATV: Solusi Ekosistem Elektrifikasi Transportasi pada Mobilisasi Hasil Susu dan Limbah Peternak Sapi Perah; WAROK-GREEN: Optimasi Produksi Biogas dari Limbah Kotoran Sapi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Amang menjelaskan bahwa kelima riset tersebut melibatkan dosen, pranata laboran pendidikan, mahasiswa, dan alumni PENS. Selain itu, SMK N 1 Jenangan Ponorogo dan SMK 1 Pemda Ponorogo juga turut terlibat dalam implementasinya.
Dengan adanya program “Katalisator Kemitraan Berdikari” dan dukungan dari Konsorsium PTPPV Jawa Timur, diharapkan dapat mendorong terciptanya inovasi yang berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi di Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung kemandirian ekonomi daerah.
Selain itu, riset-riset yang dilakukan oleh PENS di Pudak juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah, mengoptimalkan pengolahan limbah, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan daya saing industri lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Dengan demikian, program “Katalisator Kemitraan Berdikari” yang didukung oleh Konsorsium PTPPV Jawa Timur diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mendorong inovasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi di daerah, khususnya di Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur. Kolaborasi yang terjalin antara berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung kemandirian ekonomi daerah.







