Tiongkok Mengamuk, Trump Naikkan Tarif Impor Hingga 245 Persen

MALANG, Zona Malang – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kenaikan tarif impor sebesar 245 persen terhadap produk-produk asal Tiongkok. Kebijakan ini merupakan respons langsung atas tindakan balasan Tiongkok yang sebelumnya memberlakukan tarif impor 125 persen untuk produk-produk AS.

Keputusan Trump Memicu Kekhawatiran Pasar GlobalLangkah ini langsung memicu kekhawatiran di pasar global. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap perdagangan saham di seluruh dunia, terutama di bursa Wall Street. “Kemungkinan besar indeks saham di bursa AS akan terkoreksi, bahkan bursa di kawasan Eropa juga diperkirakan mengalami penurunan tajam,” ujar Ibrahim.

Efek Domino Menghantam Pasar AsiaEfek dari kebijakan ini juga diprediksi akan dirasakan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami tekanan hebat saat perdagangan Kamis (17/4/2025). “Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi anjlok dan bukan tidak mungkin perdagangan dihentikan sementara apabila tekanan jual terlalu besar,” tambah Ibrahim.

Potensi Pelemahan Nilai Tukar RupiahSelain itu, Ibrahim juga memperingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Jika tidak ada intervensi dari Bank Indonesia, rupiah bisa menembus level Rp17.000 per dolar AS,” ungkapnya.

Situasi Semakin MenegangkanSituasi ini menambah ketegangan dalam hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, sekaligus menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan global. Ibrahim menjelaskan bahwa tarif impor sebesar itu hampir pasti mengguncang pasar modal dan pasar uang secara bersamaan. “Ini merupakan kejadian luar biasa yang akan membuat investor semakin waspada dalam mengambil keputusan investasi,” katanya.

Kebijakan Trump Memicu Respons TiongkokLangkah ini merupakan respons langsung atas kebijakan balasan Tiongkok yang lebih dahulu memberlakukan tarif impor sebesar 125 persen terhadap produk-produk asal AS. Tidak hanya itu, Beijing juga menyatakan penghentian impor pesawat Boeing dari Amerika Serikat.

Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok BerlanjutKeputusan Trump untuk menaikkan tarif impor terhadap produk-produk Tiongkok kembali memicu ketegangan dalam hubungan dagang antara kedua negara. Situasi ini menambah ketidakpastian bagi pasar keuangan global dan diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap perdagangan saham di seluruh dunia.

Potensi Dampak Buruk bagi IndonesiaEfek dari kebijakan ini diprediksi turut dirasakan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami tekanan hebat saat perdagangan Kamis (17/4/2025), dengan potensi IHSG anjlok dan perdagangan dihentikan sementara. Selain itu, nilai tukar rupiah juga berpotensi melemah terhadap dolar AS.

Kekhawatiran Investor Terhadap KetidakpastianIbrahim Assuaibi, analis pasar uang, menjelaskan bahwa tarif impor sebesar itu hampir pasti mengguncang pasar modal dan pasar uang secara bersamaan. “Ini merupakan kejadian luar biasa yang akan membuat investor semakin waspada dalam mengambil keputusan investasi,” katanya.

Kondisi Pasar Keuangan Global MemburukSituasi ini menambah ketegangan dalam hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, sekaligus menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan global. Langkah Trump untuk menaikkan tarif impor terhadap produk-produk Tiongkok direspons dengan tindakan balasan dari Beijing, semakin memperburuk kondisi pasar keuangan global.

Peringatan Akan Potensi Pelemahan RupiahSelain berdampak pada pasar saham, Ibrahim juga memperingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Jika tidak ada intervensi dari Bank Indonesia, rupiah bisa menembus level Rp17.000 per dolar AS,” ungkapnya.