Tragedi Jatim Park 1: Siswa Masih Alami Trauma Mendalam

MALANG, Zona Malang – Kecelakaan mengerikan terjadi di wahana permainan 360° Pendulum di Jatim Park 1, Kota Batu, Jawa Timur. Seorang siswa bernama RDP (13) mengalami luka parah setelah mengalami kecelakaan di wahana tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RDP mengalami patah tulang betis kanan serta patah tulang pada jari tengah dan jari manis di tangan kanannya. Ia segera menjalani operasi di RS Persada Hospital Kota Malang pada Rabu (9/4/2025) dan dirawat inap hingga Sabtu (12/4/2025).

Meski sempat syok, RDP berharap cedera kakinya segera pulih dan bisa melakukan aktivitas seperti sebelumnya. “Saya tidak menangis dan tidak menjerit. Pikiran sudah ke mana-mana dan kekhawatiran akan diamputasi melekat kuat di benak saya,” ujar RDP, Jumat (18/4/2025).

Saat dievakuasi dengan tandu oleh operator wahana dan dibawa ke klinik Jatim Park 1, RDP masih terus bertanya-tanya kepada para petugas yang membawanya. “Waktu ditandu itu, saya tanya, ‘Mas gimana ini mas, saya masih kelas 1 SMP mas, masa diamputasi mas, gimana ini’,” ungkapnya.

Setelah mendapat penanganan awal di klinik, RDP langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Baptis Kota Batu dan dipindah ke RS Persada Hospital. Meski telah keluar dari rumah sakit, trauma psikologis yang dialaminya belum sepenuhnya pulih.

Ketakutan akan kehilangan kaki dan dampak terhadap masa depannya masih ia pikirkan. Apalagi bocah berprestasi itu bercita-cita ingin menjadi pilot. “Saya tidak menangis dan tidak menjerit. Pikiran sudah ke mana-mana dan kekhawatiran akan diamputasi melekat kuat di benak saya,” lanjut RDP.

Saat ini, RDP telah menjalani rawat jalan untuk proses pemulihan. Namun, trauma psikologis yang dialaminya belum sepenuhnya pulih. Ia masih khawatir dengan masa depannya, terutama dengan cita-citanya menjadi pilot.

Kecelakaan ini tentunya menjadi pukulan berat bagi RDP dan keluarganya. Mereka berharap agar RDP dapat segera pulih dan kembali melakukan aktivitas seperti sedia kala. Pihak Jatim Park 1 juga diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTsN tempat RDP bersekolah, Sugianto, menyatakan bahwa pihak sekolah akan memberikan dukungan penuh kepada RDP selama proses pemulihan. “Kami akan terus memantau perkembangan kesehatan RDP dan memberikan bantuan yang diperlukan,” ujarnya.

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua pihak, baik pengelola wahana, pengunjung, maupun pemerintah, untuk lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan dalam penyelenggaraan wahana permainan. Diharapkan insiden serupa tidak terulang di masa depan, demi keselamatan seluruh pengunjung.