MALANG, Zona Malang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur membuktikan ketangguhan mereka dalam menjaga stabilitas sektor perdagangan di tengah tekanan ekonomi global. Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Provinsi Maluku mencatat transaksi senilai Rp 460,75 miliar.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan bahwa misi dagang ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah provinsi untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar transaksi ekonomi, melainkan juga pertemuan budaya dan tradisi yang mempererat hubungan antardaerah,” ungkap Khofifah.
Transaksi yang tercipta dalam forum tersebut melibatkan berbagai komoditas unggulan seperti hasil perikanan, olahan ayam, beras, telur ayam, kayu bulat, kelapa, hingga makanan ringan dan produk hasil hutan. “Nilai transaksi yang dibukukan naik dua kali lipat dibandingkan capaian serupa pada misi dagang Desember 2021 lalu,” tambah Khofifah.
Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang ekonomi terbesar kedua usai DKI Jakarta. Jatim berkontribusi sebesar 14,39% terhadap PDB Nasional dan 25,23% terhadap PDRB di Pulau Jawa.
Di sisi lain, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut baik kegiatan ini dan menganggapnya sebagai langkah nyata dalam membangun ketahanan ekonomi yang saling menopang. Ia mengajak semua pihak, baik dari Maluku maupun Jawa Timur, untuk menjadikan pertemuan ini sebagai awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Sebagai bagian dari peresmian kerja sama, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua gubernur, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 10 perangkat daerah, BUMD, dan pelaku usaha dari kedua provinsi.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Lewerissa menyatakan, “Kami menyambut baik kegiatan ini dan melihatnya sebagai langkah nyata dalam membangun ketahanan ekonomi yang saling menopang. Kami mengajak semua pihak, baik dari Maluku maupun Jawa Timur, untuk menjadikan pertemuan ini sebagai awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.”
Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Provinsi Maluku ini merupakan upaya strategis Pemprov Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah. Berbagai komoditas unggulan, mulai dari hasil perikanan, olahan ayam, beras, telur ayam, kayu bulat, kelapa, hingga makanan ringan dan produk hasil hutan, menjadi bagian dari transaksi yang tercipta dalam forum ini.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta, dengan kontribusi sebesar 14,39% terhadap PDB Nasional dan 25,23% terhadap PDRB di Pulau Jawa.
Kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Maluku ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan. Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara kedua provinsi, serta keterlibatan berbagai perangkat daerah, BUMD, dan pelaku usaha, menunjukkan komitmen bersama untuk membangun ketahanan ekonomi yang kuat.







