Jalur Baru Bondowoso: Menyambung Kemajuan di Tengah Keterbatasan

MALANG, Zona Malang – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, setiap daerah harus berpikir keras untuk menjalankan program agar betul-betul tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang tengah diupayakan oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso.

Dinas BSBK Bondowoso tengah berhitung dan terus melakukan evaluasi, agar program yang dianggarkan dari APBD sesuai dengan visi dan misi Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wabup As’ad Yahya Syafi’i. Plt Kepala Dinas BSBK, Ansori menjelaskan, ada 5 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bina Marga dan 5 UPT Sumber Daya Air.

“BSBK Bondowoso melibatkan semua UPT untuk normalisasi drainase dan pemeliharaan jalan,” ujar Ansori. Sebelum efisiensi, pembangunan jalan diprioritaskan ke daerah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Namun setelah ada kebijakan efisiensi, BSBK mengevaluasi ulang terkait titik pembangunan jalan.

“Karena yang menjadi skala prioritas kita kasih mapping dulu,” kata Ansori. Saat ini, BSBK juga sudah segera melaksanakan program dalam rangka mendukung quick win atau percepatan pembangunan sebagaimana visi misi bupati dan wakil bupati.

“Seperti disampaikan bupati, jangan nanti kemudian kita seolah-olah menjadi korban efisiensi ini. Kita harus melakukan inovasi dan apa yang bisa kita lakukan,” jelas Ansori. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi kerusakan jalan adalah menormalisasi saluran air di sisi jalan dengan melibatkan semua UPT yang ada.

“Salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah drainase yang mampet. Maka kanan kiri jalan harus dinormalisasi,” ungkap Ansori. Terdapat sekitar 26 titik ruas yang menjadi prioritas kegiatan pemeliharaan rutin jalan se-Kabupaten Bondowoso.

Namun, BSBK belum tahu persis berapa panjang jalan yang bisa diperbaiki, karena tergantung tingkat kerusakan jalan. “Jika tingkat kerusakan sama maka bisa dihitung panjang yang bisa diselesaikan. Tetapi karena tingkat kerusakan tidak sama, yakni ada kerusakan ringan, sedang dan berat. Maka belum bisa dipastikan panjangnya berapa yang bisa diperbaiki,” jelas Ansori.

Adapun ruas jalan yang menjadi prioritas pemeliharaan rutin adalah Jalan Kopral Murin, Jalan Curahdami – Pasaramok, Jalan Taman – Grujugan, Jalan Grujugan Lor – Jambesari, dan Jalan Koncer – Sumber Salam. Sementara untuk normalisasi saluran drainase, BSBK masih melakukan survei di beberapa lokasi rawan banjir.

“Terkait drainase kami sedang survei titik-titik rawan yang sering terjadi banjir atau meluber ke jalan sehingga menyebabkan rusaknya permukaan jalan,” papar Ansori. Upaya-upaya ini dilakukan BSBK Bondowoso agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.