Raih Gelar di UT Surabaya, Kisah Sukses 1.580 Wisudawan

MALANG, Zona Malang – Universitas Terbuka (UT) Surabaya Kukuhkan 1.580 Wisudawan di Semester Genap Tahun Akademik 2024-2025

Banyak anggapan masyarakat bahwa mudah masuk Universitas Terbuka (UT) tetapi tidak mudah untuk lulus. Namun, anggapan keliru itu telah dipatahkan dengan dikukuhkannya 1.580 wisudawan oleh UT Surabaya dalam wisuda semester genap Tahun Akademik 2024-2025 yang bertempat di gedung Airlangga Convention Center, Surabaya, Minggu (4/5/2025).

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto SE., MSI., mengatakan bahwa masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa mudah masuk UT tetapi tidak mudah lulus dari UT. Padahal, tidak ada yang tidak mungkin dalam mencapai cita-cita, jika memang memiliki keberanian sekaligus keyakinan kuat untuk mewujudkannya. Termasuk untuk menempuh pendidikan tinggi atau berkuliah di UT.

“Sebenarnya dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, UT membuka kesempatan luas bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Sedangkan anggapan masyarakat soal kuliah di UT yang katanya mudah masuk tapi sulit lulus, ini kita buktikan salah satunya dengan pengukuhan 1.580 wisudawan. Tidak itu saja, capaian akademik lulusan mulai dari program sarjana maupun pasca sarjana nyaris mendekati nilai IPK 4,0 dan ini luar biasa. Ini bukti bahwa mereka yang mampu memahami, serta bisa beradaptasi dengan model pembelajaran jarak jauh, bisa lulus dan mampu bersaing,” terang Prof. Ali.

Ditambahkan Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti M.Pd., bahwa dengan sistem atau program belajar mandiri yang memang fleksibel di UT, maka para mahasiswa yang dengan bersungguh-sungguh dalam menjalani proses pembelajaran, diyakini akan dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jadwal. “Jika memang para mahasiswa itu bersungguh-sungguh dalam proses perkuliahan atau pembelajarannya, maka dapat dipastikan mereka juga akan cepat lulus,” tambah Dr. Suparti.

Dr. Suparti juga berpesan pada para lulusan untuk siap menghadapi persaingan global. Penguasaan teknologi, khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menurut Dr. Suparti menjadi kunci penting untuk bersaing di era digital. “Tidak hanya kesiapan teknis, para wisudawan juga diharapkan memiliki strategi finansial yang matang. Demi menjaga finansial tetap sehat,” kata Suparti.

Salah satu peserta wisuda, Nabilah Vita Zaviera, adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi penyandang disabilitas tunadaksa, yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel dari UT, ia mampu menuntaskan kuliahnya sambil bekerja sebagai admin media sosial di sebuah restoran di Jakarta. “Dengan fleksibilitas model pembelajaran di UT, dan saya bisa mengakses pembelajaran dimana saja, tanpa hambatan ini sangat bermanfaat bagi disabilitas seperti saya,” kata Nabilah.

Pada wisuda semester genap Tahun Akademik 2024-2025 ini, UT Surabaya juga memberikan penghargaan kepada Daut Danariyo (Fakultas Sains dan Teknologi) dengan IPK 3,95; Maliki (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) berhasil meraih IPK 3,94; Indah Marlena dan Sekar Arum Diah Auliya (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) meraih IPK 3,89; serta Irma Yunita Sari (Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik) berhasil meraih IPK 3,87.

Selain itu, UT Surabaya juga memberikan penghargaan kepada beberapa mahasiswa berprestasi. Daut Danariyo dari Fakultas Sains dan Teknologi berhasil meraih IPK 3,95, menjadi salah satu mahasiswa dengan capaian akademik terbaik. Maliki dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga berhasil meraih IPK 3,94, sementara Indah Marlena dan Sekar Arum Diah Auliya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meraih IPK 3,89. Irma Yunita Sari dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik juga berhasil meraih IPK 3,87.

Keberhasilan para wisudawan UT Surabaya ini membuktikan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel di UT mampu memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih prestasi akademik yang gemilang. Meskipun masih ada anggapan masyarakat bahwa UT mudah untuk dimasuki namun sulit untuk lulus, namun fakta yang ada menunjukkan bahwa mahasiswa UT yang bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jadwal dan bahkan mencapai capaian akademik yang luar biasa.

Selain itu, keberhasilan Nabilah Vita Zaviera, mahasiswi Ilmu Komunikasi penyandang disabilitas tunadaksa yang lulus dengan IPK 3,69, juga menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk dapat memanfaatkan fleksibilitas sistem pembelajaran di UT dalam menuntaskan studi mereka. Dengan dukungan teknologi dan komitmen yang kuat, penyandang disabilitas juga dapat bersaing dan meraih prestasi akademik yang membanggakan.

Keberhasilan UT Surabaya dalam mengukuhkan 1.580 wisudawan di semester genap Tahun Akademik 2024-2025 ini menjadi bukti nyata bahwa anggapan masyarakat tentang UT yang mudah dimasuki namun sulit untuk lulus adalah keliru. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, UT terbukti mampu memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk menempuh pendidikan tinggi dan meraih prestasi akademik yang membanggakan.