MALANG, Zona Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, di Jakarta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi buruh yang disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), khususnya terkait kebutuhan rumah subsidi.
Didampingi Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi, Gubernur Khofifah membahas rencana penyediaan rumah bersubsidi bagi buruh, wartawan, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kami mendapatkan konfirmasi langsung dari Pak Menteri, bahwa Jawa Timur akan mendapat alokasi 20.000 unit rumah subsidi,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima Zona Malang.
Program ini akan dijalankan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP TAPERA. Fasilitas mencakup uang muka hanya 1%, suku bunga tetap 5%, tenor hingga 20 tahun, serta harga terjangkau mulai dari Rp166 juta per unit di Zona 1. Khofifah memastikan bahwa meski bersubsidi, kualitas rumah akan tetap layak huni dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi upaya memberi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kecil,” tegasnya. Sebagai tahap awal, sebanyak 100 unit rumah subsidi akan dibangun di Kabupaten Gresik dan dijadwalkan mulai diserahkan kepada buruh serta wartawan pada Juni mendatang.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama dengan Lippo Group untuk merenovasi 500 rumah milik tunawisma di Kota Malang dan Pasuruan. Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut positif langkah cepat Jawa Timur. Ia menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan 350.000 unit rumah subsidi secara nasional.
“Ini adalah program terbesar dalam sejarah perumahan di Indonesia. Fokus kami adalah buruh, guru, nelayan, pekerja migran, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah lainnya,” ungkap Maruarar. Ia menegaskan bahwa sektor perumahan tak hanya memberi tempat tinggal layak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian PKP, BP TAPERA, serta sejumlah pimpinan daerah dari Jawa Timur. Gubernur Khofifah berharap program ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, khususnya bagi kelompok yang selama ini kurang mendapatkan akses perumahan yang layak.
Menteri Maruarar Sirait juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung program perumahan di daerah, termasuk di Jawa Timur. Ia meyakini bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat perwujudan hunian yang layak bagi masyarakat.
Selain itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Maruarar Sirait atas dukungannya terhadap program pembangunan perumahan di Jawa Timur. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang selama ini kurang mendapatkan akses perumahan yang layak.







