MALANG, Zona Malang – Akses jalan menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sempat tertutup longsor pada Rabu (14/5) malam. Longsor tersebut menutup sebagian badan jalan, membuat akses ke kawasan wisata populer ini terganggu.
Menurut Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan tersebut. “Kami bersama TNI dan warga bergotong royong membersihkan material longsor,” kata Kapolsek Tosari, AKP Agus Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2025).
Agus mengungkapkan, proses pembersihan material longsor yang dilakukan bahu-mambahu seluruh elemen membuat proses cepat selesai dalam waktu kurang lebih dua jam. “Berkat kerja sama lintas sektor yang solid, jalur sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan,” ungkapnya bangga.
Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, saat dikonfirmasi terpisah, mengapresiasi respons cepat dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana alam. “Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, serta perlunya kesiapan dan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Longsor yang terjadi di akses jalan menuju Gunung Bromo ini menjadi perhatian khusus bagi para pengelola dan pemerintah daerah setempat. Pasalnya, Gunung Bromo merupakan salah satu ikon pariwisata Jawa Timur yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Selain itu, akses jalan menuju Gunung Bromo juga menjadi jalur utama bagi warga sekitar yang ingin melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, upaya cepat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan menjadi prioritas utama.
Menurut pengamatan, material longsor yang menutupi sebagian badan jalan cukup banyak dan membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya. Namun, berkat kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, TNI, dan warga sekitar, proses pembersihan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Keberhasilan penanganan longsor ini tidak lepas dari kesiapan dan koordinasi yang baik di antara berbagai pihak terkait. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.
Selain itu, kejadian ini juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkala, terutama di kawasan rawan bencana seperti daerah pegunungan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir dampak dari bencana alam dan menjaga keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jalan.
Ke depannya, pihak terkait juga diharapkan dapat melakukan evaluasi dan perencanaan yang lebih matang dalam mengantisipasi potensi bencana alam serupa. Kolaborasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan bencana di masa mendatang.







