MALANG, Zona Malang – Sekolah Luar Biasa (SLB) Nur Rahmah di Surabaya baru saja menggelar acara pelepasan siswa-siswi dengan penuh haru dan kebahagiaan. Acara wisuda ini menjadi ajang untuk merayakan pencapaian dan semangat juang para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang bersekolah di SLB tersebut.
Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan ini yang berlangsung meriah namun menyentuh. Para siswa menampilkan berbagai kreativitas seni yang menggambarkan potensi luar biasa yang mereka miliki. Kepala SLB Nur Rahmah, Farhat Indana Lazuzfa atau yang akrab disapa Bu Fara, menyampaikan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kerja keras siswa selama setahun.
“Anak-anak SLB juga layak mendapat apresiasi yang sama seperti anak-anak reguler. Wisuda di mal atau hotel bukan hanya untuk TK atau SD umum, anak-anak istimewa juga pantas mendapat momen yang membanggakan,” ujar Fara saat acara berlangsung di Creative Room, lantai 2 Royal Plaza Surabaya, Selasa (3/6/2025).
Bu Fara menyampaikan rasa bangganya terhadap dua siswi tunarungu, Vizah dan Fefe, yang berhasil meraih prestasi membanggakan di bidang tata rias profesional. Keduanya mengikuti kelas bersama peserta dewasa non-disabilitas dan dinobatkan sebagai yang terbaik. “Meski tangan mereka kecil, mereka paling telaten dan sabar. Itu prestasi yang luar biasa,” tambahnya.
Namun di balik semangat tersebut, Bu Fara juga mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi, terutama soal faktor ekonomi dan mental orang tua. “Mayoritas orang tua siswa kami berasal dari keluarga menengah ke bawah. Tidak semua siap menerima kenyataan memiliki anak disabilitas. Itulah sebabnya kami sering mencari donatur,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para orang tua agar tidak malu memiliki anak disabilitas, dan justru harus menggali serta mengembangkan potensi anak-anak mereka. “Anak disabilitas adalah kunci surga. Tinggal kita mau masuk atau tidak. Jangan sembunyikan mereka, beri hak bermain, belajar, dan bersosialisasi sebagaimana anak normal lainnya,” pesan Fara penuh semangat.
Acara yang mengusung tema ‘Titi Laras Tumraping Cahya’ atau ‘Langkah Selaras Menuju Cahaya’ juga menjadi ajang ungkapan terima kasih dan syukur para wali murid yang hadir. Salah satu wali murid, Jamiah, menyatakan bahwa jika bukan karena SLB Nur Rahmah, ia tak tahu bagaimana nasib anaknya. “Di sini, anak saya dibimbing dengan sabar hingga hari ini bisa ikut wisuda,” tuturnya dengan rasa syukur yang tak terbendung.
Sementara itu, donatur tetap SLB Nur Rahmah, Nene Purwaningsih, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan anak-anak disabilitas. “Awalnya saya berbagi sembako, tapi saya sadar pendidikan lebih berdampak. Insyaallah saya akan membantu SPP beberapa siswa agar mereka bisa terus sekolah hingga ke jenjang tertinggi,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bersinar, selama ada dukungan, cinta, dan kesempatan yang setara bagi semua anak. Momen penuh haru dan kebahagiaan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus mendukung dan memberikan kesempatan yang sama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk dapat meraih prestasi dan mimpi-mimpi mereka.







