MALANG, Zona Malang – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada peningkatan kualitas penulisan proposal Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) dan sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) ini sukses menarik perhatian 382 perwakilan BEM dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur.
Acara yang berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2025 ini, menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami secara mendalam tentang program Kosabangsa dan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan masyarakat. Semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat terpancar jelas dari antusiasme para peserta yang hadir, menunjukkan komitmen generasi muda dalam memberikan dampak positif bagi bangsa.
Untag Surabaya dan Komitmen Pengabdian Masyarakat
Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa program Kosabangsa memiliki manfaat yang sangat besar karena secara langsung menyentuh dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Program ini sangat bermanfaat. Langsung menyentuh masyarakat dan karenanya program ini dilaksanakan dalam bentuk pengabdian berdampak kepada masyarakat,” tegas Prof. Nug, sapaan akrabnya. Beliau juga berharap agar para mahasiswa dapat berkolaborasi dengan dosen secara aktif dalam penyusunan proposal yang berkualitas, sehingga proposal tersebut dapat lolos pendanaan dan diimplementasikan secara efektif.
Prof. Nugroho menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa BEM dalam program Kosabangsa akan mendapatkan pengakuan akademik yang setara dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Ini program pertama bagi BEM. Di Untag Surabaya tiap tahun KKN diikuti kurang lebih 1.800 mahasiswa. Karena itu dengan program ini maka nilai akan dikonversikan ke nilai KKN,” jelasnya. Kebijakan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam program Kosabangsa dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Setelah pelaksanaan bimtek ini, Untag Surabaya berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan guna memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Kosabangsa: Jembatan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Program ini bertujuan untuk membangun jembatan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam upaya membangun wilayah tertinggal, daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, dan kawasan yang rentan terhadap bencana. Inti dari program Kosabangsa adalah pemanfaatan hasil riset dan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan teknologi dan inovasi yang tepat guna.
Dengan demikian, Kosabangsa bukan hanya sekadar program pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi wahana untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan konkret yang dihadapi masyarakat. Program ini juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah VII, Prof. Diyah Sawitri, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program Kosabangsa. Beliau menekankan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. “Kolaborasi ini menjadi jembatan bagi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Program ini juga digagas untuk swasembada pangan, swasembada energi, pengentasan kemiskinan dan hilirisaai merupakan konsep yang luar biasa untuk dampak masyarakat dan negara,” papar Prof. Diyah.
Prof. Diyah Sawitri juga menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam mengambil bagian aktif melalui riset, inovasi, dan penerapan teknologi yang tepat guna. Beliau berharap agar mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Program Kosabangsa, menurutnya, mengedepankan peran mahasiswa dalam membangun bangsa dengan membangun sumber daya manusianya. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri dan menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.
Mahasiswa: Agen Perubahan dan Pembangun Bangsa
Bimtek dan sosialisasi program Kosabangsa ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai agen perubahan dan pembangun bangsa. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan berkolaborasi dalam tim. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kesadaran sosial dan empati terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Dengan berpartisipasi aktif dalam program Kosabangsa, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis di lapangan, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun bangsa yang lebih baik. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Harapan dan Target Untag Surabaya dalam Program Kosabangsa
Untag Surabaya menaruh harapan besar terhadap program Kosabangsa. Selain meningkatkan kualitas penulisan proposal, Untag Surabaya juga menargetkan untuk dapat lolos pendanaan dan mengimplementasikan program-program yang berdampak signifikan bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan dari Kemendikbudristek dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Untag Surabaya optimis dapat mencapai target tersebut.
Pelaksanaan bimtek dan pelatihan lanjutan diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyusun proposal yang berkualitas dan melaksanakan program-program Kosabangsa secara efektif. Untag Surabaya berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam berpartisipasi aktif dalam program ini dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Kolaborasi dan Sinergi untuk Indonesia yang Lebih Baik
Kesuksesan program Kosabangsa sangat bergantung pada kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan bekerja sama dan saling mendukung, kita dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi dan pengembangan teknologi yang tepat guna untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Program Kosabangsa menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan sinergi dapat menghasilkan dampak yang signifikan bagi pembangunan bangsa. Melalui program ini, kita dapat membangun Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan makmur bagi seluruh masyarakat.
Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) bukan hanya sekadar program, tetapi juga merupakan langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan, program ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan bangsa.
Melalui program ini, kita dapat membangun sumber daya manusia yang unggul, menguasai teknologi, dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan disegani di dunia.
Kontributor: (tok)







