MALANG, Zona Malang – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) baru saja menyelenggarakan orientasi bagi 2.764 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari berbagai penjuru Indonesia. Acara yang digelar secara hybrid di Kampus C Unusa pada Rabu (4/6/2025) ini menjadi momentum penting bagi para calon guru untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie M.Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama bagi seorang guru profesional.
Pendidikan Karakter Jadi Fokus Utama di Era Digital
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., dalam pidato pembukaannya, menyoroti urgensi pembentukan karakter melalui pembiasaan yang baik dalam proses pembelajaran. Menurutnya, seorang guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam membentuk karakter siswa-siswinya. “Pendidikan karakter itu harus dimulai dari guru. Bagaimana mungkin kita bisa membentuk karakter anak didik jika kita sendiri tidak memiliki karakter yang kuat dan positif?” tegas Jazidie. Ia menambahkan bahwa seorang guru harus mampu menginspirasi, memotivasi, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa.
Lebih lanjut, Jazidie menyampaikan harapannya agar pelaksanaan PPG di Unusa dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas guru secara berkelanjutan. Ia meyakini bahwa Unusa merupakan pilihan yang tepat bagi para calon guru untuk mengembangkan diri menjadi tenaga pendidik yang profesional dan berintegritas. “Selamat datang di Unusa, kampus yang tepat untuk membentuk guru profesional. PPG Unusa telah terakreditasi Unggul dan menjadi salah satu LPTK terbaik di Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tantangan Guru Profesional di Era Digital
Selain sambutan dari Rektor, orientasi ini juga menghadirkan materi yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yaitu “Tantangan Guru Profesional di Era Digital”. Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd., seorang pakar pendidikan yang mengajak para calon guru untuk tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kepekaan sosial yang tinggi. Muchlas menekankan bahwa di era digital ini, guru harus mampu menjadi pendidik yang tidak tergantikan oleh mesin. “Kuncinya adalah pantang menyerah, terus belajar, dan selalu berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa,” tegasnya.
Prof. Muchlas Samani juga menambahkan bahwa guru di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru itu sendiri. Ia mengajak para calon guru untuk terus mengembangkan kemampuan digital mereka, namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan etika dalam berinteraksi dengan siswa. “Teknologi itu hanyalah alat, yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai guru mampu menggunakan alat tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter siswa,” jelasnya.
PPG Unusa: Unggul dalam Kualitas dan Inovasi
Koordinator PPG Unusa, Dr. Nafiah, M.Pd., turut memberikan paparan mengenai keunggulan program PPG di Unusa. Ia menjelaskan bahwa PPG Unusa memiliki akreditasi unggul, kurikulum berbasis karakter Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah), serta didukung oleh teknologi pembelajaran yang mutakhir. “Alhamdulillah Unusa berhasil masuk dalam 10 besar terbaik penjaminan mutu PPG tahun 2024, dan sudah terakreditasi unggul dari 4 prodi PPG se-Indonesia,” ungkap Dr. Nafiah dengan bangga.
Dr. Nafiah juga menambahkan bahwa kurikulum PPG Unusa dirancang secara komprehensif untuk membekali para calon guru dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi guru profesional di era digital. Selain itu, PPG Unusa juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter Aswaja, yang merupakan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama. “Kami ingin mencetak guru-guru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja,” tegasnya.
Ribuan Mahasiswa dari Sabang hingga Merauke
Para mahasiswa yang mengikuti orientasi ini berasal dari 29 provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Dominasi peserta berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Dalam laporan resmi disebutkan bahwa sebanyak 2.754 mahasiswa telah melakukan lapor diri, dengan rincian: Prodi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) sebanyak 1.628 mahasiswa, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sebanyak 479 mahasiswa, dan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 647 mahasiswa. Keberagaman latar belakang mahasiswa ini menjadi salah satu kekuatan PPG Unusa, karena memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan pengalaman yang berharga.
Orientasi ini menjadi titik awal bagi ribuan calon pendidik untuk memulai perjalanan mereka dalam profesi mulia sebagai guru. Dengan semangat Aswaja dan visi Unusa untuk mencetak guru berkarakter di era digital, kegiatan ini bukan hanya sekadar orientasi, melainkan juga merupakan awal dari pengabdian panjang di dunia pendidikan Indonesia. Diharapkan, para lulusan PPG Unusa dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Harapan untuk Pendidikan Indonesia yang Lebih Baik
Dengan terselenggaranya orientasi PPG Unusa ini, diharapkan para calon guru dapat termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi tenaga pendidik yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Pendidikan karakter yang menjadi fokus utama dalam program PPG Unusa diharapkan dapat menjadi bekal yang berharga bagi para calon guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Semangat Aswaja yang menjadi ciri khas Unusa juga diharapkan dapat menjadi landasan moral bagi para calon guru dalam menjalankan tugas mereka sebagai pendidik. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai luhur, diharapkan para guru dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswinya dan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.
Kegiatan orientasi ini menjadi bukti nyata komitmen Unusa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan mencetak guru-guru yang kompeten, berkarakter, dan berdedikasi tinggi, Unusa berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara. (tok)







