Dokter Muda Ini Buktikan: Otak Cemerlang + Bisnis Lancar? Bisa Banget!

MALANG, Zona Malang – Kisah inspiratif datang dari Reghina Salsabila Ayuantia Nainatika, seorang dokter muda yang baru saja mengucap sumpah di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa). Di balik kesuksesannya meraih gelar dokter, Reghina menyimpan cerita tentang bagaimana ia mampu menyeimbangkan antara tuntutan akademik yang tinggi dengan dunia bisnis yang penuh tantangan. Prestasinya ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan manajemen waktu yang baik, seseorang dapat meraih kesuksesan di berbagai bidang. Reghina berhasil membuktikan bahwa menjadi seorang dokter bukan berarti harus mengorbankan minat dan bakat lain yang dimiliki. Kisahnya ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru dan mengembangkan diri di luar bidang akademik.

Pandemi Membuka Peluang Bisnis

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa kedokteran, Reghina tidak hanya fokus pada buku dan praktikum. Ia justru melihat peluang di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Pembatasan aktivitas dan himbauan untuk tetap berada di rumah mendorongnya untuk mencari kegiatan lain yang produktif. Pada tahun 2021, saat gelombang kedua pandemi mencapai puncaknya, Reghina memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis. Ia melihat adanya pergeseran perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan e-commerce untuk berbelanja. Melihat peluang ini, Reghina memulai bisnisnya sebagai seorang dropshipper, sebuah sistem penjualan yang tidak mengharuskan penjual memiliki stok barang. “Baru ketika ada pelanggan yang pesan, baru pesen ke produsen,” jelas Reghina mengenai sistem dropshipping yang ia jalankan.

Dari Dropshipper Hingga Memiliki Brand Sendiri

Modal utama yang ia pegang saat itu adalah keberanian. Perjalanan Reghina sebagai seorang dropshipper berjalan cukup lancar, hingga akhirnya ia memutuskan untuk naik level menjadi seorang reseller. Namun, menjadi reseller membutuhkan modal yang lebih besar dengan keuntungan yang tidak seberapa. Reghina tidak menyerah begitu saja. Ia terus memutar otak mencari cara untuk mengembangkan bisnisnya. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk membuat brand sendiri dengan nama Ascensio.home yang fokus pada penjualan peralatan dapur. “Modal nekat kenalan sama sales pabrik di China,” ungkapnya mengenai awal mula ia membangun brand-nya sendiri.

Hambatan Bukan Akhir dari Segalanya

Keterbatasan bahasa tidak menjadi penghalang bagi Reghina untuk berkomunikasi dengan pihak pabrik di China. Ia membuktikan bahwa dengan kemauan dan usaha, segala hambatan dapat diatasi. Namun, perjalanan bisnis Reghina tidak selalu mulus. Saat bisnisnya sedang berada di puncak, akun Instagramnya diretas oleh hacker. “Di hack dan bener-bener udah nggak bisa balik, padahal semua asset di situ,” kenang Reghina dengan nada sedih. Namun, ia tidak menyerah. Ia membuat akun baru dan menghubungi beberapa influencer yang pernah bekerja sama dengannya. Benar saja, hacker tersebut mencoba menipu para pengikutnya. “Ternyata si hacker mencoba mennipu followers ku. Aku tahu karena salah satu influencernya yang dihubungi cerita,” jelasnya. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Reghina untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan keamanan akun media sosialnya.

Akademik Tetap Prioritas

Meskipun sibuk dengan bisnisnya, Reghina tetap memprioritaskan pendidikannya. Ia aktif dalam penelitian, baik bersama dosen, melalui organisasi, maupun kompetisi seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Reghina mengakui bahwa ia memiliki ketertarikan yang besar dalam meneliti dan menulis. Baginya, bisnis dan akademik dapat berjalan beriringan asalkan mampu mengatur waktu dengan baik. “Kuncinya adalah disiplin dan fokus,” ujarnya. Reghina membuktikan bahwa menjadi seorang pengusaha muda tidak menghalanginya untuk meraih prestasi di bidang akademik.

Impian Memiliki Klinik Kecantikan

Setelah resmi menjadi dokter, Reghina memiliki impian untuk memiliki klinik kecantikan sendiri. “Selain bisa bermanfaat untuk orang lain, namun juga bisa memberikan lapangan pekerjaan,” tuturnya. Ia juga bersyukur atas dukungan penuh dari keluarga, terutama dari ayah, ibu, dan suaminya. “Ayah, Ibu, Suami, semuanya Alhamdulillah mendukung keinginan dan harapan saya, jadi setelah lulus ini pengennya kerja dulu sebagai dokter lalu ambil kursus kecantikan,” jelas Reghina mengenai rencana masa depannya. Saat ini, bisnis peralatan dapurnya sedang vakum karena ia fokus mempersiapkan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dan mendukung usaha desain bangunan milik suaminya. “Sebenarnya untuk yang Ascensio.home maupun yang sekarang itu usaha berdua, dari sebelum nikah sampai sekarang,” tutup Reghina. Kisah Reghina ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para mahasiswa untuk berani mencoba hal baru dan meraih impian mereka.