MALANG, Zona Malang – Gelaran Fashionology 2025 yang dihelat di Ciputra World Surabaya pada Sabtu (7/6/2025) lalu, menjadi ajang unjuk gigi bagi para mahasiswa program studi Fashion Product Design and Business, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Mengusung tema “Beyond Boundaries: Creativity, Culture & Collaboration”, acara ini sukses merefleksikan semangat melampaui batas dalam berbagai aspek, mulai dari konsep desain yang inovatif, teknik pembuatan yang mutakhir, hingga kolaborasi global yang memperkaya wawasan dunia mode. Fashionology 2025 bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah platform bagi generasi muda fashionpreneur Indonesia untuk menyuarakan ide-ide kreatif mereka dan memberikan kontribusi nyata bagi industri fashion tanah air dan dunia. Acara ini juga menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, universitas mitra internasional, dan pelaku industri fashion.
Fashionology 2025: Panggung Ekspresi Generasi Baru Fashionpreneur Indonesia
Yoanita Kartika Sari Tahalele, B.A., M.A, selaku Ketua Program Studi sekaligus ketua acara Fashionology 2025, menekankan pentingnya acara ini sebagai panggung ekspresi bagi generasi baru fashionpreneur Indonesia. “Setiap desain yang ditampilkan membawa pesan, narasi, dan merupakan respons kreatif atas realitas sosial-budaya masa kini,” terang Yoanita dengan antusias. Ia juga menambahkan bahwa Fashionology 2025 merupakan wujud komitmen Universitas Ciputra Surabaya dalam mendukung pengembangan industri fashion Indonesia dan mendorong para mahasiswa untuk menjadi inovator dan pemimpin di bidangnya. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui desain-desain yang kreatif dan inovatif. Fashionology 2025 juga menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk membangun jaringan dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di industri fashion.
Koleksi Busana Berbasis Riset: Mengangkat Isu Sosial, Budaya, dan Keberlanjutan
Sebanyak 33 mahasiswa semester akhir memamerkan koleksi busana berbasis riset yang mengangkat isu-isu penting seperti sosial, budaya, dan keberlanjutan. Ragam busana yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari evening wear yang elegan, streetwear yang trendi, modest wear yang santun, hingga busana anak yang ceria. Tidak hanya itu, lima mahasiswa semester empat turut menampilkan karya kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surabaya yang menggunakan batik khas hasil UMKM binaan pemkot, menunjukkan dukungan terhadap produk lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, tujuh mahasiswa semester enam mengangkat batik Reog Ponorogo hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam proyek desain berbasis klien riil, membuktikan bahwa fashion dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Keberagaman tema dan inspirasi dalam koleksi busana yang ditampilkan mencerminkan kreativitas dan kepedulian para mahasiswa terhadap isu-isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Kolaborasi Internasional: Memperkaya Perspektif dan Wawasan Budaya
Fashionology 2025 semakin istimewa dengan keterlibatan empat universitas mitra internasional, yaitu Tsinghua University dan Donghua University (China), Shih Chien University (Taiwan), serta TAR UMT (Malaysia). Masing-masing institusi menghadirkan enam karya mahasiswa, memperkaya perspektif dan wawasan budaya dalam dunia fesyen global. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi para mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya untuk berinteraksi dan bertukar ide dengan mahasiswa dari berbagai negara, memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan pemahaman tentang tren dan perkembangan fashion di berbagai belahan dunia. Kehadiran universitas mitra internasional juga menjadi bukti bahwa Fashionology 2025 telah diakui sebagai acara fashion bergengsi di tingkat internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin mempererat hubungan antara Universitas Ciputra Surabaya dengan universitas-universitas mitra di seluruh dunia.
Rangkaian Acara Pendukung: Pameran, Kompetisi, dan Diskusi
Selain pagelaran fashion show berskala internasional, Fashionology 2025 juga dimeriahkan dengan pameran karya tugas akhir, kompetisi desain internasional, dan diskusi bertajuk “Sustainable Fashion: Global Shifts in Fashion Design & Business”. Diskusi ini mengundang akademisi, pelaku industri, dan praktisi dari dalam maupun luar negeri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang tren keberlanjutan dalam industri fashion. Rangkaian acara pendukung ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk belajar, berinteraksi, dan membangun jaringan dengan para profesional di bidang fashion. Kompetisi desain internasional juga menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menguji kemampuan dan kreativitas mereka serta mendapatkan pengakuan atas karya-karya inovatif mereka. Pameran karya tugas akhir menampilkan berbagai desain busana dan produk fashion lainnya yang merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para mahasiswa selama masa studi mereka.
Inovasi Berkelanjutan: Limbah Plastik Jadi Busana Memukau
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam Fashionology 2025 adalah karya Whenny Halim yang menghadirkan busana dengan komposisi 70 persen kain dan 30 persen sequin mozaik yang terbuat dari limbah kemasan skincare berbahan PET. Karya yang dinamai “Plastic Precious” ini membuktikan bahwa limbah plastik dapat diubah menjadi busana ready to wear yang menarik dan unik. Selain itu, karya Valencia Aurelia juga tak kalah memukau dengan memanfaatkan limbah plastik makanan menjadi hiasan couture menggunakan teknik laser-cut. Koleksi busana malam ini memadukan kemewahan visual dengan pesan lingkungan yang kuat, menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Inovasi-inovasi yang ditampilkan oleh para mahasiswa ini menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan upaya untuk mengurangi dampak negatif industri fashion terhadap lingkungan.







