Singo Edan Buktikan Dominasi Tanpa Aremania

MALANG, Zona Malang – Jelang laga pamungkas Liga 1 musim 2024/2025, Arema FC akan menjamu Semen Padang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sayangnya, pertandingan ini harus digelar tanpa penonton akibat sanksi yang diberikan Komite Disiplin PSSI.

Sanksi tersebut diberikan sebagai imbas dari insiden pelemparan batu ke bus Persik Kediri usai laga pekan ke-32, di mana Arema FC kalah 0-3 dari Persik Kediri. Meskipun baru di akhir musim ini Arema FC kembali bisa menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai homebase, namun dua laga kandang terakhir tidak semuanya bisa dijalani dengan dukungan penuh Aremania.

Pembuktian bagi Arema FC di laga terakhir ini adalah bagaimana mereka bisa menjadi tuan rumah yang baik, meski harus menjamu Semen Padang tanpa penonton. Pihak kepolisian pun telah mempersiapkan 800 aparat gabungan untuk mengamankan laga tersebut, mengingat adanya tensi tinggi yang sebelumnya telah dibumbui oleh berbagai psywar, terutama dari kubu Semen Padang.

Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, jauh-jaul hari telah menuding timnya bakal dikerjai di Stadion Kanjuruhan, mengingat pengalaman kekalahan 2-5 saat bertandang ke markas Arema FC pada Piala Presiden 2017 lalu. Andre berharap laga penentuan ini dapat dipimpin oleh wasit asing yang netral agar pertandingan berjalan adil.

Bagi Semen Padang, laga ini akan menjadi penentu apakah mereka dapat bertahan di Liga 1 musim depan atau harus kembali ke Liga 2, seperti halnya pada musim 2018/2019. Tidak ada pilihan lain bagi Semen Padang selain meraih kemenangan, karena jika hanya seri atau kalah, pintu degradasi akan terbuka lebar.

Di sisi lain, Arema FC sudah tidak lagi memiliki tekanan apapun, karena dengan perolehan 47 poin hingga pekan ke-33, mereka sudah dipastikan aman dari zona degradasi. Meskipun tidak mungkin lagi untuk bersaing di papan atas, Arema FC tetap bertekad untuk tampil maksimal dan meraih kemenangan di laga pamungkas ini.

Pelatih Arema FC, Jose Manuel Gomes da Silva atau yang akrab disapa Ze Gomes, menegaskan bahwa Arema FC adalah klub besar dengan etos kerja tinggi, sehingga fokus utama adalah tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi suporter dan klub. Ze Gomes pun semakin mematangkan persiapan untuk menghadapi Semen Padang, dengan target mengamankan tiga poin kandang.

Menghadapi tim yang sedang dalam performa impresif dan harus berburu kemenangan demi selamat dari degradasi, bukan pekerjaan mudah bagi Arema FC. Terlebih, dalam lima laga terakhirnya, Semen Padang tidak pernah kalah. Namun, Ze Gomes menyebut jika pemain Arema FC menunjukkan optimisme tinggi dan menjaga fokus serta kondisi mental yang prima menjelang pertandingan.

Konsistensi dalam latihan dan profesionalisme seluruh elemen tim, menjadi modal penting bagi Arema FC untuk menghadapi tantangan dari tim tamu. Apalagi, laga ini menjadi kesempatan penting bagi Arema FC untuk membangun momentum dan citra positif menjelang musim baru. Dengan hasil maksimal di pertandingan terakhir, Arema FC berharap dapat menyelesaikan musim dengan penuh kebanggaan dan memberi harapan baru kepada Aremania.

Perkiraan susunan pemain Arema FC adalah Lucas Frigeri (gk); Rifad Marasabessy, Julian Guevara, Thales Lira, Achmad Maulana Syarif; Arkhan Fikri, Shulton Fajar, Samuel Balinsa; Dendi Santoso, Dalberto Belo, Charles Lokolingoy, dengan pelatih Ze Gomes. Sementara Semen Padang diprediksi menurunkan Arthur Augusto (gk); Dodi Alekvan, Kim Ming-yu, Ricki Ariansyah, Zidane Pramudya; Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Filipe Chaby; Firman Juliansyah, Bruno Gomes, Cornelius Stewart, dengan pelatih Eduardo Almeida.