Porprov Jatim Usai: Ekonomi Malang Meroket, Siapa Untung?

MALANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 resmi berakhir dengan gemerlap pesta penutupan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (5/7/2025) malam. Ribuan pasang mata dari berbagai penjuru Jawa Timur memadati stadion kebanggaan Aremania itu untuk menjadi saksi momen bersejarah ini. Ajang olahraga dua tahunan ini telah mempertemukan 14.335 atlet dari seluruh pelosok kabupaten dan kota di Jawa Timur dalam semangat sportivitas. Kemeriahan closing ceremony ini menjadi penutup yang manis bagi seluruh rangkaian pertandingan yang telah digelar.

Penutupan Porprov IX Jatim 2025 dimeriahkan dengan beragam penampilan yang memukau, mulai dari senam jantung sehat yang enerjik hingga atraksi polisi cilik yang menggemaskan. Tak ketinggalan, kesenian tradisional Jawa Timur juga turut ditampilkan melalui Tari Bapang, Bantengan, dan sendratari kolosal Garudea yang mempesona. Suasana semakin khidmat dengan penampilan Hadrah Ishari dari para santri dan siswa sekolah yang melantunkan shalawat. Puncak acara ditutup dengan pesta kembang api spektakuler yang menghiasi langit malam, serta penampilan dari bintang tamu Niken Salindri.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut hadir dalam acara penutupan ini bersama para kepala daerah dari Malang Raya. Mereka adalah Bupati Malang HM Sanusi dan Wakil Bupati Latifa Shohib, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, serta Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Hely Suyanto. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porprov dan apresiasi terhadap para atlet yang telah berjuang.

Dalam sambutannya, Wagub Emil Dardak menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. “Porprov IX Jatim 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan antar daerah dan membangun semangat sportivitas,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia juga memberikan selamat kepada para juara dan menyampaikan hormat setinggi-tingginya kepada semua atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerahnya masing-masing.

Bupati Malang, HM Sanusi, menambahkan bahwa penutupan Porprov ini merupakan kolaborasi yang apik antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. “Penampilan senam diambil dari sisi kesehatan, kesenian tari Bapang dan kolosal dari sisi budaya, sementara hadrah diambil dari sisi religi,” jelasnya. Menurutnya, konsep penutupan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lengkap dari sisi jasmani maupun rohani bagi seluruh peserta dan penonton yang hadir.

“Yang jelas semua hotel penuh, UMKM jalan, kuliner jalan, kunjungan wisata juga meningkat. Untuk perputaran uang di Kabupaten Malang, kami masih menunggu update dari Badan Pusat Statustik (BPS),” kata Sanusi.

Sanusi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. “Saya mengucapkan terima kasih karena memberikan kesempatan Kabupaten Malang untuk menjadi tuan rumah Porprov,” tuturnya. Tak lupa, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan acara ini.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengumumkan bahwa kontingen Surabaya berhasil meraih juara umum Porprov IX Jatim 2025. Surabaya berhasil mengumpulkan 195 medali emas, 127 perak, dan 134 perunggu, dengan total 1.168 poin. Kota Malang, sebagai salah satu tuan rumah, menempati posisi runner-up dengan perolehan 132 emas, 124 perak, dan 116 perunggu.

Kabupaten Malang berada di peringkat ke-4 dengan 59 emas, 52 perak, dan 83 perunggu, sedangkan Kota Batu menempati peringkat ke-7 dengan 32 emas, 38 perak, dan 39 perunggu. Nabil juga menyerahkan trofi juara umum kepada Surabaya, yang sekaligus menjadi trofi ke-9 berturut-turut yang berhasil diraih. Pataka Porprov juga diserahkan kepada Wali Kota Surabaya sebagai tanda bahwa Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov X Jatim 2027 mendatang.