Zona Malang – Pertarungan antara Timnas Indonesia U-23 dan Korea Selatan U-23 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 bukan lagi sekadar pertandingan biasa. Laga yang akan digelar di Sidoarjo pada 9 September 2025 ini telah menjadi misi penebusan harga diri bagi Korea Selatan, yang masih terluka oleh kekalahan pahit dari Garuda Muda setahun silam.
Kekalahan di Piala Asia U-23 2024 tidak hanya memupus mimpi Taeguk Warriors ke Olimpiade Paris, tetapi juga mengakhiri rekor partisipasi mereka selama 36 tahun di ajang tersebut. Kini, dengan pelatih baru, mereka datang ke Indonesia dengan satu tujuan: membalas dendam.
Pelatih anyar Korea Selatan U-23, Lee Min-sung, secara terbuka mengakui bahwa kegagalan lolos ke Olimpiade masih menjadi kekecewaan mendalam bagi publik Negeri Ginseng. Ia menegaskan bahwa timnya membawa motivasi berlipat untuk membuktikan status mereka sebagai raksasa Asia.
“Setelah gagal lolos Olimpiade tahun lalu, masyarakat sangat kecewa. Tim-tim Asia Tenggara memang berkembang, tetapi kami ingin lagi menunjukkan bahwa Korea adalah tim yang lebih baik,” ucap Lee dalam pernyataan resmi yang dirilis Federasi Sepak Bola Korea (KFA).
Meskipun datang dengan kepercayaan diri tinggi, Lee Min-sung menegaskan bahwa pihaknya tidak memandang remeh kekuatan Indonesia. Performa impresif Garuda Muda di ajang ASEAN Cup U-23 2025 menjadi bukti bahwa kemenangan mereka di tahun 2024 bukanlah sebuah kebetulan.
“Saya menonton pertandingan Indonesia bulan lalu, dan mereka sudah sangat berkembang. Mereka punya banyak pemain bagus, jadi kami memberi perhatian khusus,” tuturnya.
Bagi Lee Min-sung pribadi, laga melawan Indonesia menjadi panggung debut resminya sejak ditunjuk menukangi tim U-23 pada Mei 2025. Ia bertekad untuk memulai masa kepelatihannya dengan hasil sempurna di Grup J.
“Tentu saja, lolos ke babak final adalah tujuan terbesar. Saya bertekad meraih tiga kemenangan untuk lolos ke babak utama,” katanya dengan penuh keyakinan.
Di sisi lain, Timnas Indonesia U-23 memiliki keuntungan besar sebagai tuan rumah. Dukungan fanatik dari ribuan suporter di Stadion Gelora Delta diyakini akan menjadi pemain ke-12 yang memberikan tekanan psikologis bagi lawan. Pertandingan ini juga menjadi ujian krusial bagi konsistensi Garuda Muda untuk membuktikan bahwa mereka telah benar-benar naik level dan menjadi kekuatan baru yang disegani di Asia.
Pada akhirnya, laga ini lebih dari sekadar sepak bola; ini adalah tentang kebanggaan nasional dan pembuktian bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung Asia. Bagi para suporter, kemenangan akan menjadi penegasan status Indonesia sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.
Ini adalah cerminan dari kemajuan dan semangat juang generasi muda bangsa yang layak mendapatkan dukungan penuh, baik di stadion maupun dari layar kaca.







