Jelang Laga Arema FC vs Persija, 1.700 Personel Gabungan Disiagakan Penuh di Kanjuruhan

Menjelang laga Arema FC vs Persija Jakarta, Polres Malang Siapkan 1.700 personel untuk mengamankan pertandingan.

Zona Malang – Polres Malang memastikan tidak ada kata main-main dalam persiapan pengamanan menjelang laga akbar (big match) antara Arema FC dan Persija Jakarta. Pertandingan sarat gengsi dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 ini akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, pada Sabtu (8/11) mendatang, dan aparat keamanan telah menyiapkan skenario pengamanan berlapis.

Sebagai bukti keseriusan, Polres Malang menggelar rapat koordinasi (rakor) eksternal di Mapolres Malang pada Kamis (6/11). Rapat ini tidak hanya melibatkan internal kepolisian, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan dari Polda Jawa Timur, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), PSSI, hingga manajemen Arema FC.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, pada Jumat (7/11), menjelaskan bahwa rakor tersebut krusial untuk menyamakan pola dan persepsi antarinstansi. Sebanyak 1.700 personel gabungan akan disebar di berbagai titik. Mereka tidak hanya akan berjaga di dalam dan luar stadion, tetapi juga akan mengamankan seluruh jalur akses krusial yang menuju ke Kepanjen. “Rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi sekaligus memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan penonton benar-benar terjaga,” ujar AKP Bambang.

Laga Arema melawan Persija selalu masuk dalam kategori pertandingan berisiko tinggi (high risk). Rivalitas panjang kedua tim di lapangan hijau secara otomatis menuntut tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Oleh karena itu, aparat keamanan tidak mau mengambil risiko sedikit pun, terutama terkait potensi gesekan antarsuporter, yang telah dipetakan sebagai salah satu kerawanan utama.

Selain itu, setiap pertandingan yang kini digelar di Stadion Kanjuruhan membawa beban dan tanggung jawab historis yang sangat berat. Memori kolektif atas tragedi yang terjadi beberapa tahun silam menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas absolut yang tidak bisa ditawar. Penyiapan 1.700 personel ini bukan lagi sekadar prosedur standar, melainkan sebuah komitmen moral untuk menjamin keamanan total bagi setiap nyawa yang hadir di stadion.

Pihak kepolisian juga secara khusus telah memetakan potensi gangguan kamtibmas lainnya. Titik-titik rawan kemacetan lalu lintas di jalur-jalur utama menuju Kanjuruhan akan mendapat penjagaan ekstra dari personel Dishub dan Satlantas. Selain itu, pengetatan juga akan dilakukan di pintu-pintu masuk untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang seperti flare atau senjata tajam.

Di sisi lain, Polres Malang juga telah memberikan penekanan keras kepada Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan dari Arema FC. Panpel diminta untuk memastikan seluruh fasilitas vital di dalam stadion berfungsi seratus persen.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap sistem CCTV, penerangan, pintu masuk dan keluar, serta yang paling penting, jalur evakuasi bagi penonton,” tegas Bambang. Ia berharap laga ini dapat menjadi tontonan yang tertib dan damai.

Bagi Anda para suporter yang akan hadir langsung di Stadion Kanjuruhan, rapat koordinasi dan pengerahan 1.700 personel ini adalah sebuah sinyal yang sangat jelas. Ini berarti skema pengamanan akan berjalan jauh lebih ketat dari pertandingan biasa.

Anda kemungkinan akan melewati beberapa lapis pemeriksaan (screening) sebelum bisa masuk ke tribun. Meski mungkin terasa lebih merepotkan, ini adalah langkah mutlak yang diambil aparat untuk menjamin satu hal: bahwa Anda semua bisa menikmati pertandingan dengan aman, dan pulang ke rumah masing-masing dengan selamat.