Diklaim Lebih Hebat Dari ChatGPT, Google Perkenalkan Gemini Pro AI, Begini Cara Pakainya!

Google berusaha mengejar ketertinggalan dari pesaing-pesaingnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI) generatif dengan meluncurkan Gemini Pro.

Zona Malang – Google berusaha mengejar ketertinggalan dari pesaing-pesaingnya dalam bidang kecerdasan buatan (AI) generatif dengan meluncurkan Gemini Pro. Ini merupakan langkah strategis Google untuk memperbarui dan meningkatkan fitur-fitur pada sistem AI generatif mereka, membidik pasar yang semakin kompetitif bersama dengan Microsoft Corp dan startup OpenAI.

Gemini Pro, yang diumumkan oleh Google pekan lalu dan diluncurkan pada Rabu waktu AS, memberikan kemampuan kepada para pengembang untuk membangun aplikasi menggunakan model AI terbaru Google. Google berharap dapat memberikan pesaing, khususnya Microsoft dan OpenAI, dalam ranah pengembangan aplikasi berbasis AI.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Google untuk memastikan keunggulan AI cloud mereka dalam hal harga. Gemini Pro, yang gratis pada saat peluncuran untuk pelanggan cloud dengan beberapa batasan, diharapkan menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan pemain lain di industri ini.

Chief Executive Officer Google Cloud, Thomas Kurian, menjelaskan bahwa model AI Gemini Pro memiliki kemampuan untuk menggeneralisasi dan memahami berbagai jenis informasi, termasuk teks, kode, audio, gambar, dan video. Ini memungkinkan sistem AI tersebut beroperasi dan menggabungkan informasi secara serupa dengan cara manusia.

Google telah merilis tiga ukuran untuk Gemini, yaitu Ultra, Pro, dan Nano. Gemini Ultra, sebagai model terbesar, akan tersedia untuk pelanggan dan mitra cloud tertentu untuk percobaan awal sebelum dirilis ke masyarakat umum tahun depan.

Gemini Pro akan terintegrasi ke dalam dua produk cloud utama Google, yaitu Google AI Studio dan Vertex AI. Google AI Studio, sebagai alat pengembang berbasis web, memungkinkan klien menggunakan API Gemini untuk membangun aplikasi. Sementara itu, Vertex AI memberikan lebih banyak penyesuaian kepada para pengembang dan klien cloud.

Google juga memperkenalkan versi upgrade dari model AI sebelumnya, seperti Imagen 2 yang memiliki kemampuan fotorealisme, rendering teks, dan pembuatan logo yang lebih baik. Perusahaan ini juga merilis keluarga model MedLM yang dioptimalkan untuk industri perawatan kesehatan.

Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, Google mengumumkan kemitraan global dengan Mistral AI, startup AI berbasis di Paris. Meskipun perjanjian ini tidak bersifat eksklusif, kemitraan ini akan membawa produk AI Mistral AI, termasuk model bahasa eksklusif, ke infrastruktur Google Cloud. CEO Mistral AI, Arthur Mensch, mengapresiasi fleksibilitas dan dukungan Google Cloud terhadap prinsip AI yang bertanggung jawab.***