MALANG, Zona Malang – Setelah lama dinantikan, akhirnya render Google Pixel 10 Series resmi debut. Menariknya, perubahan yang terjadi tidak hanya pada desain, tetapi juga pada spesifikasi yang akan diusung oleh seri smartphone flagship terbaru dari Google.
Tahun lalu, Google merilis Pixel 9 Series dalam empat varian berbeda, termasuk versi standar, Pixel 9 Pro dalam dua ukuran, serta versi lipat untuk bersaing dengan Galaxy Z Fold dan smartphone lipat lainnya. Kali ini, render yang ditayangkan oleh @OnLeaks menunjukkan tiga opsi Google Pixel 10 Series, namun tanpa versi lipat.
Selain render Google Pixel 10 Series, beberapa akun media sosial X juga telah mengunggah render dari Google Pixel 9a, yang merupakan versi murah yang dirilis setiap tahunnya. Namun, yang menarik perhatian adalah apa yang terlihat pada sisi belakang perangkat Pixel 10 Series.
Pada render Google Pixel 10 versi standar, terlihat bahwa perangkat ini akan dilengkapi dengan sensor periskop. Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya, di mana hanya varian Pro yang mengusung setup tiga sensor kamera. Dengan begitu, pembeli Google Pixel 10 versi standar juga akan dapat menikmati fitur kamera telefoto periskop, yang sangat berguna untuk menangkap objek jauh atau kebutuhan lainnya seperti foto dan video konser.
Meskipun demikian, belum dapat dipastikan apakah jenis sensor yang digunakan akan sama dengan varian Pro, atau tetap dibedakan untuk memberikan keunggulan tersendiri pada varian Pro. Selain jumlah sensor kamera, desain Google Pixel 10 juga dirancang mirip dengan varian Pro, dengan satu perbedaan yaitu adanya sensor tambahan di sebelah kanan modul kamera pada varian Pro.
Disebutkan bahwa dimensi Google Pixel 10 dan Pixel 10 Pro akan sama, yaitu 6,3 inci, yang menjadikannya favorit bagi mereka yang menginginkan flagship dengan layar kompak. Di Indonesia sendiri, pilihan resmi saat ini hanya tersedia melalui Galaxy S25 atau Xiaomi 15 yang akan segera debut.
Selain dua varian Pixel di atas, opsi tertinggi adalah Google Pixel 10 Pro XL. @OnLeaks menyebutkan bahwa dimensi perangkat ini akan serupa dengan generasi sebelumnya, yaitu 6,8 inci. Ketinggian perangkat akan dipangkas 0,1mm, yang umumnya dapat dicapai berkat bezel yang lebih tipis.
Perbedaan lain antara varian standar dan Pro adalah pada finishing bingkai atau bezel. Varian Pro akan menggunakan permukaan glossy, sementara varian standar akan menggunakan permukaan matte. Di luar aspek desain, kabarnya Google siap menyematkan chip Tensor G5 yang berkolaborasi dengan TSMC, bukan lagi dengan Samsung.
Kolaborasi dengan TSMC ini mengindikasikan bahwa chip Tensor G5 akan jauh lebih efisien dalam hal daya, serta dapat terhindar dari isu umum chip dengan fabrikasi Samsung, seperti overheating, yang memang menjadi masalah pada beberapa seri Pixel terdahulu. Sayangnya, produk ini masih belum tersedia secara resmi di Indonesia, sehingga pengguna di Indonesia harus mendapatkannya dari luar negeri.
Secara keseluruhan, render Google Pixel 10 Series menunjukkan adanya perubahan yang menarik, terutama pada sisi spesifikasi kamera. Dengan sensor periskop yang hadir pada varian standar, serta penyegaran pada desain dan chip Tensor G5 yang lebih efisien, Google tampaknya siap untuk bersaing dengan kompetitor lainnya di pasar smartphone flagship.







