MALANG, Zona Malang – Dalam beberapa tahun terakhir, opsi smartphone kompak dari brand global yang bisa dipilih konsumen semakin terbatas. Namun, sejak tahun lalu, beberapa brand mulai kembali merilis penawaran smartphone kompak, termasuk vivo dan OPPO melalui segmen flagship mereka. Dengan spesifikasi yang mumpuni, konsumen kini semakin tertarik untuk membeli smartphone kompak.
Berdasarkan hasil survei terbaru Counterpoint yang berkolaborasi dengan OnePlus, sekitar 88% dari responden menyatakan sangat tertarik untuk membeli smartphone kompak jika performa perangkat setara dengan flagship pada umumnya. Ketika Apple merilis iPhone 12 mini, smartphone tersebut menarik perhatian berkat dimensinya yang sangat mungil. Namun, penjualannya tidak berbanding positif dengan daya tahan baterai yang menjadi kekurangan cukup besar akibat batasan dimensi fisik perangkat.
Situasi serupa sudah mulai dapat diperbaiki sejak tahun lalu, berkat perkembangan teknologi. Survei Counterpoint yang disebarkan ke lebih dari 2000 responden menyatakan bahwa hanya sekitar 3% yang tidak tertarik dengan smartphone kompak dalam performa setara flagship standar. Responden yang terdiri dari mereka yang baru bekerja dan para profesional muda di India, lebih dari setengahnya mementingkan dua faktor utama dalam melirik smartphone kompak, yaitu performa dan daya tahan baterai.
Sementara itu, 66% responden setuju bahwa pilihan smartphone kompak di pasaran sangat terbatas, situasi serupa yang juga berlaku di Indonesia. Selanjutnya, 73% dari mereka menyatakan bahwa faktor menarik dan penting yang harus dimiliki sebuah smartphone kompak adalah kemudahan dan kenyamanan ketika digunakan dengan satu tangan.
Lebih banyak responden mengatakan bahwa smartphone kompak cukup dengan dimensi layar 6 inci sampai 6,5 inci saja, dan hanya 11% yang menginginkan dimensi layar kurang dari 6 inci. Preferensi ini bisa terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari kebiasaan pengguna smartphone untuk multitasking, sampai akses jenis konten video pendek yang memang lebih nyaman diakses dari dimensi layar yang lebih lega.
Meski riset ini hasil kolaborasi bersama OnePlus, tetap dimunculkan tiga merek preferensi utama dari konsumen di India, termasuk Apple dan Samsung, ketika mereka hendak memutuskan untuk membeli smartphone kompak terbarunya bila memang sudah bisa berikan performa sesuai ekspektasi. Hasil yang menarik, mengingat keduanya memang pernah hadirkan smartphone kompak, namun tidak dengan performa setara dari rilisan brand lainnya.
Seperti yang diketahui, smartphone kompak memiliki batasan dimensi yang kemudian mengorbankan sejumlah aspek, mulai dari kapasitas baterai hingga ruang yang cukup untuk sematkan setup kamera superior. Namun, sejumlah batasan ini sudah bisa diatasi secara bertahap, berkat kemajuan teknologi, termasuk pada aspek baterai dengan adanya jenis silikon karbon terbaru.
Baterai silikon karbon memungkinkan densitas daya yang lebih tinggi, sehingga kapasitas baterai bisa dibuat lebih besar, meski hadir dalam dimensi yang tipis atau terbatas. Sebagai contoh, vivo X200 Pro mini yang mengusung layar 6,31 inci, sudah bisa membawa daya baterai sebesar 5.700 mAh, bahkan lebih lega dari Galaxy S25 Ultra, dan jauh lebih besar dibandingkan smartphone kompak lain seperti Galaxy S25 standar maupun iPhone 16.
Melihat hasil survei di atas, tidak mengherankan jika OnePlus, brand yang kini banyak berkolaborasi dengan OPPO, sedang menyiapkan kehadiran OnePlus 13T. Perangkat ini kabarnya akan membawa dimensi layar kompak namun tanpa mengorbankan performa hingga daya tahan baterai. Tentunya, melihat rilisan produk sebelumnya, OnePlus 13T bakal hadir dalam pilihan wilayah terbatas.
Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara Gizmologi.id dan Zona Malang, yang mengulas tentang tren smartphone kompak yang kembali diminati konsumen, seiring perkembangan teknologi yang mampu mengatasi kekurangan-kekurangan perangkat tersebut di masa lalu. Dengan spesifikasi yang semakin mumpuni, smartphone kompak kini menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan perangkat praktis namun tetap berperforma tinggi.







