MALANG, Zona Malang – Sharp kembali meramaikan pasar smartphone Indonesia dengan perangkat terbarunya, AQUOS R9. Smartphone ini hadir dengan membawa sejumlah keunggulan, mulai dari desain yang unik, durabilitas tinggi ala Jepang, hingga kolaborasi dengan Leica untuk kualitas kamera yang lebih mumpuni. Namun, dengan harga yang cukup premium, apakah AQUOS R9 mampu bersaing dengan kompetitor di kelasnya? Mari kita ulas lebih dalam.
Desain Unik dan Tahan Banting
Jika Anda mencari smartphone yang tampil beda dari yang lain, Sharp AQUOS R9 bisa menjadi pilihan menarik. Desainnya cenderung kaku namun tetap stylish, dengan sudut-sudut tegas dan modul kamera belakang yang asimetris. Penempatan dua sensor kameranya mengingatkan pada iPhone 13, namun dengan bentuk modul yang berbeda. Logo “Leica” di bagian belakang menambah daya tarik tersendiri. Unit yang diulas hadir dengan warna hijau yang terlihat lebih menarik dibandingkan warna putih.
Bodi belakangnya menggunakan permukaan kaca glossy yang sayangnya mudah meninggalkan bekas sidik jari. Namun, bodinya terasa sangat solid berkat ketebalan 8,9mm dan bobot 195 gram, dipadukan dengan bingkai aluminium. Desainer Kazushige Miyake sengaja merancang modul kamera belakang yang tidak simetris untuk memberikan kesan simpel namun berbeda. Selain sertifikasi IP68, AQUOS R9 juga memiliki standar militer MIL-STD-810G. Uniknya, slot kartu SIM bisa dibuka tanpa alat bantu, jadi jangan heran jika tidak menemukan ejector SIM di paket penjualan.
Layar Pro IGZO OLED yang Memanjakan Mata
Sharp dikenal dengan keahliannya dalam menghadirkan kualitas panel TV yang tinggi, dan hal ini juga diterapkan pada AQUOS R9. Layarnya terlihat ekspansif dengan bezel tipis di keempat sisinya. Menggunakan panel OLED berukuran 6,5 inci dengan resolusi Full HD+, layar ini menawarkan kualitas visual yang memukau.
Yang spesial adalah penggunaan panel Pro IGZO OLED, teknologi yang diturunkan dari TV Sharp, yang diklaim lebih efisien dalam penggunaan daya dibandingkan panel OLED standar. Refresh rate layarnya juga sangat variatif, mulai dari 1Hz hingga 240Hz. Meskipun angka 240Hz terdengar lebih tinggi dari 120Hz, namun tingkat kemulusannya masih setara. Kecerahan maksimumnya mencapai 1500 nits, sehingga tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari terik. Dukungan Dolby Vision juga hadir, melengkapi fitur Dolby Atmos pada audionya.
Kamera Leica Hektor yang Natural
Sebagai smartphone dengan label Leica, tentu ekspektasi terhadap kualitas kamera AQUOS R9 cukup tinggi. Smartphone ini dibekali tiga sensor 50MP, satu di depan dan dua di belakang. Sayangnya, belum ada sensor telefoto khusus. Sensor utamanya berukuran 1/1,55 inci, disupervisi oleh Leica, menggunakan lensa Leica Hektor, dan mendukung OIS. Sensor ultra-widenya juga sudah mendukung autofokus, sehingga bisa digunakan untuk foto makro berkualitas.
Namun, tidak banyak fitur ekstra yang dihadirkan di aplikasi kameranya, seperti pilihan tone warna seperti pada kolaborasi Xiaomi dan Leica. Secara keseluruhan, kamera AQUOS R9 memberikan karakteristik foto yang lebih natural, tanpa banyak pemrosesan. Sebagian orang mungkin menganggapnya pucat, namun sebagian lain menganggapnya lebih true-to-life dan nyaman untuk diedit lebih lanjut. Hasil gambar di kondisi minim cahaya terlihat lebih halus dengan sedikit noise, terutama saat menggunakan sensor ultra-wide. Untuk foto selfie, masih perlu ditingkatkan lagi.
Fitur dan Performa yang Mumpuni
AQUOS R9 menjalankan Android 14 dan dijanjikan akan mendapatkan tiga kali pembaruan OS, hingga Android 17. Tampilan antarmukanya cenderung bersih dengan kustomisasi minim, mengingatkan pada Motorola. Sharp juga menghadirkan aplikasi khusus untuk memudahkan pengguna menjelajahi fitur-fitur ekstra di dalamnya.
Fitur AI pada AQUOS R9 tidak terlalu banyak, namun tetap berguna, seperti transkripsi rekaman suara dan ringkasan, serta AI Live Shutter pada kamera. Sektor audio juga diutamakan, dengan dukungan Snapdragon Sound dan speaker stereo yang diklaim lebih besar. Smartphone ini juga masih dilengkapi dengan slot microSD hybrid.
Meskipun harganya cukup mahal, AQUOS R9 ditenagai oleh Snapdragon 7+ Gen 3 dari Qualcomm. Chipset ini memiliki arsitektur CPU yang sama dengan Snapdragon 8s Gen 4, namun dengan clockspeed yang berbeda. Dipadukan dengan RAM 12GB, performa AQUOS R9 terasa gesit dan responsif. Bodi terasa hangat sesekali, namun masih wajar. AQUOS R9 juga menjadi seri AQUOS pertama yang menggunakan vapor chamber untuk pendinginan yang lebih baik.
Baterai Awet dengan Pengisian Daya yang Kurang Cepat
Kapasitas baterai AQUOS R9 adalah 5.000 mAh. Berkat chipset dan layar yang efisien, daya tahannya terbilang baik dan sepadan dengan smartphone lain dengan kapasitas baterai serupa. Namun, kecepatan pengisian dayanya hanya 30W, yang memerlukan waktu sekitar satu jam lebih untuk mengisi daya dari nol hingga penuh.
Kesimpulan
Sharp AQUOS R9 menawarkan diferensiasi yang menarik dengan desain stylish, antarmuka yang bersih, kamera utama yang andal, dan performa yang mumpuni. Namun, dengan harga yang hampir Rp10 juta, kompetitor di pasaran menawarkan performa lebih kencang, setup kamera lebih lengkap, dan software yang lebih stabil dengan jaminan pembaruan lebih lama. Semoga Sharp dapat melakukan pembenahan agar generasi selanjutnya lebih kompetitif.
“Saya suka desainnya yang unik dan tahan banting. Tapi sayang, harganya terlalu mahal untuk spesifikasi yang ditawarkan,” ujar seorang penggemar gadget yang enggan disebutkan namanya.







