MALANG – Kabar buruk bagi para pengguna smartphone Android dan iOS! Perusahaan keamanan siber Kaspersky baru saja mengungkap adanya trojan berbahaya bernama SparkKitty yang mengintai perangkat kita. Trojan ini disinyalir mengincar informasi sensitif, terutama yang berkaitan dengan aset kripto. Jadi, waspadalah dan segera lakukan langkah-langkah pencegahan!
SparkKitty ini sangat berbahaya karena menyamar sebagai aplikasi-aplikasi yang terlihat meyakinkan, seperti layanan kripto, perjudian, bahkan aplikasi populer seperti TikTok. Lebih parahnya lagi, aplikasi-aplikasi palsu ini sempat lolos dan beredar di toko aplikasi resmi seperti App Store dan Google Play. Tentu ini menjadi ancaman serius bagi keamanan data pribadi kita.
Modus operandi SparkKitty adalah mencuri foto dari galeri pengguna dan mengumpulkan informasi perangkat. Data-data ini kemudian dikirimkan ke server para penyerang. Diduga kuat, tujuan utama mereka adalah mendapatkan frasa pemulihan dompet kripto, kode penting yang digunakan untuk mengakses aset digital. Target utama kampanye ini adalah pengguna di Asia Tenggara dan Tiongkok, termasuk Indonesia.
Trojan SparkKitty ini ternyata punya hubungan dengan malware sebelumnya bernama SparkCat. SparkCat dikenal sebagai malware iOS pertama yang punya fitur Optical Character Recognition (OCR). Fitur ini memungkinkan malware memindai tangkapan layar untuk mencari teks sensitif seperti kata sandi atau frasa dompet kripto. Penemuan SparkKitty ini jadi bukti bahwa celah keamanan di toko aplikasi resmi masih menjadi masalah yang serius.
Menurut Kaspersky, di ekosistem iOS, SparkKitty ditemukan dalam aplikasi palsu bernama 币coin yang menyamar sebagai aplikasi pertukaran kripto. Aplikasi ini disebarkan melalui halaman phishing yang meniru tampilan App Store resmi. Para pelaku juga memanfaatkan saluran distribusi legal Apple untuk menyebarkan versi TikTok yang sudah terinfeksi malware.
Sementara itu, di platform Android, malware disisipkan ke dalam berbagai aplikasi bertema kripto, salah satunya aplikasi messenger bernama SOEX yang memiliki fitur pertukaran aset digital. Aplikasi ini bahkan sempat diunduh lebih dari 10.000 kali dari Google Play. Kaspersky juga menemukan file APK dari aplikasi terinfeksi yang disebarkan lewat situs pihak ketiga dan diiklankan di media sosial.
Setelah terinstal, aplikasi-aplikasi ini bekerja seperti biasa, sesuai deskripsi yang ditampilkan. Namun, diam-diam mereka mengirimkan gambar dari galeri pengguna ke server penyerang. Data ini bisa digunakan untuk mencuri informasi sensitif seperti backup phrase, QR code, atau informasi login yang tertangkap dalam screenshot. Jadi, jangan sembarangan menyimpan informasi penting di galeri foto ya!
Untuk melindungi diri dari ancaman SparkKitty, Kaspersky memberikan beberapa rekomendasi penting. Pertama, jika curiga pernah menginstal salah satu aplikasi yang disebutkan, segera hapus aplikasi tersebut. Hindari juga penggunaan ulang aplikasi tersebut hingga pembaruan keamanan dirilis. Langkah ini penting untuk memutus akses trojan ke data pribadi.
Kedua, jangan menyimpan screenshot berisi informasi penting seperti frasa pemulihan, kode OTP, atau kredensial akun digital di galeri. Lebih baik gunakan pengelola kata sandi terenkripsi seperti Kaspersky Password Manager. Dengan begitu, data sensitif akan tetap aman dan tidak mudah diakses pihak ketiga.
Ketiga, pastikan perangkat Anda dilindungi dengan perangkat lunak keamanan siber terpercaya. Kaspersky Premium, misalnya, dapat memberikan notifikasi ketika ada aplikasi mencoba mengirim data ke server eksternal. Ini penting untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegah pencurian data.
“Temuan Kaspersky terhadap SparkKitty menyoroti pentingnya kewaspadaan pengguna terhadap aplikasi yang tampak ‘resmi’ namun menyimpan niat jahat,” ujar seorang analis keamanan siber. Ia menambahkan bahwa dengan modus menyamar sebagai layanan populer dan platform investasi kripto, pelaku siber menyasar celah psikologis pengguna yang tertarik pada teknologi dan potensi keuntungan finansial.
Kasus SparkKitty ini menjadi pengingat bahwa meskipun berada di toko aplikasi resmi, tidak semua aplikasi aman 100%. Melindungi aset digital kini tidak hanya bergantung pada keamanan platform, tapi juga pada kebiasaan pengguna dalam mengelola data pribadi. Edukasi yang tepat dan perlindungan sistem yang memadai adalah kunci untuk meminimalkan risiko menjadi korban serangan siber.
Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Gizmologi.id dengan judul “Kaspersky Temukan Trojan SparkKitty, Ancaman Siber Baru di Android dan iOS”.







