Zona Malang – Pada bulan Januari 2023, OpenAI merilis alat pendeteksi konten buatan chatbot bernama AI Classifier. Alat ini bertujuan untuk membedakan apakah suatu konten dibuat oleh ChatGPT (chatbot AI) atau bukan, sehingga pengguna bisa memahami akurasi kontennya.
Namun, baru-baru ini, OpenAI diam-diam memutuskan untuk menonaktifkan AI Classifier karena tingkat akurasi yang rendah. Meskipun demikian, OpenAI berjanji untuk terus berupaya menyediakan produk yang membantu pengguna mendeteksi apakah konten itu dihasilkan oleh AI atau manusia.
Ketika dirilis, AI Classifier diumumkan dapat membedakan teks yang dibuat oleh AI atau manusia. Namun, OpenAI menegaskan bahwa hasilnya tidak dapat diandalkan sepenuhnya.
Salah satu keterbatasan AI Classifier adalah bahwa alat ini tidak bisa mengenali teks yang kurang dari 1.000 karakter dengan baik. Jika teksnya kurang dari 1.000 karakter, AI Classifier dapat keliru menilai tulisan manusia sebagai hasil dari AI.
Alat ini digunakan oleh banyak pihak di sektor pendidikan, seperti guru, untuk mengidentifikasi apakah suatu tulisan merupakan hasil karya siswa atau dari AI. OpenAI menyadari tantangan ini dan berusaha untuk meningkatkan mekanisme identifikasi tulisan AI, terutama dalam konteks pendidikan.
OpenAI menyampaikan informasi tentang penghentian AI Classifier melalui postingan blog pengumuman alat tersebut, bukan dalam postingan terpisah. Mereka berkomitmen untuk mengumpulkan umpan balik dan melakukan penelitian agar pengguna dapat lebih memahami apakah konten audio atau visual dihasilkan oleh AI.***







