Cara Menghapus Jejak Digital dan Data Pribadi dari Google Search

Malang – Jejak digital dan data pribadi seseorang seringkali mudah ditemukan hanya dengan mengetik nama lengkap di mesin pencari seperti Google. Hal ini menjadi perhatian karena data pribadi yang tersebar di internet dapat disalahgunakan.

Pengguna media sosial, khususnya di Instagram, sering berbagi tips tentang cara menghapus data pribadi dari Google Search. Salah satunya adalah unggahan akun @divaafi_ pada Senin, 12 Februari 2024, yang menyarankan dua cara untuk menghapus data agar tidak meninggalkan jejak di halaman pencarian.

Dua Langkah Menghapus Data dari Google Search

  1. Menggunakan Laman Refresh Outdated Content Tools:
    Langkah pertama adalah mengunjungi laman “Refresh Outdated Content Tools” dari Google. Pengguna bisa memasukkan alamat situs yang menyimpan data pribadi yang ingin dihapus.
  2. Mengirim Permintaan melalui Halaman “Kebijakan Privasi” Situs:
    Jika data tidak bisa dihapus dengan langkah pertama, pengunggah menyarankan untuk masuk ke halaman “Kebijakan Privasi” atau “Privacy Policy” dari situs yang menyimpan data tersebut. Selanjutnya, kirim email dengan menyertakan informasi akun atau tangkapan layar yang memuat data terkait.

Benarkah Cara Ini Efektif?

Pratama Persadha, Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut tidak sepenuhnya benar. Layanan “Refresh Outdated Content Tools” dari Google tidak bisa menghapus data dari daftar pencarian jika situs yang memuat data masih aktif. Layanan ini hanya menghapus pencarian terkait data yang sudah tidak ada atau telah berubah di situs asli.

Menurut Pratama, untuk menghapus data dari situs yang masih aktif, pengguna perlu mengirim permintaan melalui halaman “Kebijakan Privasi” dari situs yang menyimpan data. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia dan Regulasi Umum Perlindungan Data (GDPR) di Eropa memungkinkan pengguna untuk meminta penghapusan data pribadi melalui prosedur tertentu, seperti mengirimkan email.

Menghapus Jejak Digital melalui Permintaan Email

Permintaan penghapusan data bisa dilakukan dengan mengirim email ke situs yang menyimpan data pribadi, mengikuti prosedur yang ada di halaman “Kebijakan Privasi” situs tersebut. Ini merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan menggunakan “Refresh Outdated Content Tools” dari Google, terutama untuk data yang masih aktif di situs tersebut.

Dampak Jejak Digital yang Tersebar

Membiarkan jejak digital dan data pribadi tersebar di internet dapat berdampak negatif. Misalnya, pelaku kejahatan bisa menggunakan data ini untuk menyusun profil korban dan melakukan penipuan. Pratama mengingatkan bahwa data pribadi yang tersebar luas akan memudahkan pelaku kejahatan untuk menargetkan korban dengan modus penipuan yang lebih spesifik.

Pendapat Pakar Keamanan Siber

Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, menambahkan bahwa menghapus data melalui “Refresh Outdated Content Tools” tidak serta-merta mencegah munculnya data di halaman pencarian Google. Pengguna dapat meminta Google untuk menghapus jejak digital atau data pribadi dari hasil pencarian, namun jika data tersebut ada di situs lain, data serupa bisa muncul kembali dari laman yang berbeda.

Dampak Positif dan Negatif Jejak Digital

Jejak digital tidak selalu berdampak negatif. Alfons menilai bahwa dampak buruk dari banyaknya jejak digital di Google Search tergantung pada jenis data yang ditampilkan. Data sensitif seperti data kependudukan, tanggal lahir, atau informasi keuangan memang sebaiknya tidak diumbar. Namun, informasi umum yang bisa menunjang reputasi atau memudahkan masyarakat mencari profil, seperti latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, bisa membantu dalam proses rekrutmen atau memudahkan usaha mendapatkan pelanggan.

Alfons menyarankan agar pengguna bijak dalam mengelola data pribadi. Informasi penting seperti alamat, nomor telepon, email, dan nomor rekening bank yang relevan untuk usaha sebaiknya tetap dipublikasikan agar mudah dihubungi. Sebaliknya, hindari mengumbar semua aktivitas pribadi di media sosial untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.

Kesimpulan

Menghapus jejak digital dari Google Search memerlukan langkah-langkah yang tepat. Meskipun layanan “Refresh Outdated Content Tools” dapat membantu dalam beberapa kasus, mengirim permintaan penghapusan data melalui email ke situs yang menyimpan data pribadi adalah cara yang lebih efektif.

Penting untuk berhati-hati dalam mengelola data pribadi dan tidak mengumbar informasi sensitif di internet. Dengan langkah-langkah yang tepat, pengguna dapat melindungi privasi dan mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi.