MALANG, Zona Malang – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia berencana untuk menulis ulang sejarah Indonesia dengan versi terbaru. Proyek penulisan ulang ini ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2025, yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa buku sejarah Indonesia yang terakhir kali diterbitkan adalah “Indonesia dalam Arus Sejarah” pada tahun 2012. Dalam rencana pembaruan ini, Kementerian Kebudayaan akan melakukan sejumlah pembaruan dan penambahan konten sesuai dengan perkembangan zaman.
“Sekarang baru dalam proses, yang menuliskan ini para sejarawan. Tahun ini diluncurkan 80 tahun Indonesia Merdeka, kami akan memperbarui dan menambahkan beberapa jilid,” ujar Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima oleh RRI, Selasa (6/5/2025).
Fadli Zon menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan lebih dari seratus (100) sejarawan dalam proyek pembaruan buku sejarah ini. Sejarawan-sejarawan tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi dan memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang penulisan dan penyuntingan.
Salah satu contoh pembaruan yang akan dilakukan adalah penambahan penulisan terkait sejarah pemerintahan. Nantinya, buku sejarah versi terbaru ini akan menjadi buku sejarah resmi di Indonesia dan menjadi acuan buku sejarah di sekolah-sekolah.
Fadli Zon menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya Kementerian Kebudayaan untuk menyajikan sejarah Indonesia yang lebih komprehensif dan up-to-date. Dengan melibatkan banyak sejarawan terkemuka, diharapkan buku sejarah versi terbaru ini dapat menjadi referensi yang akurat dan dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia.
Selain itu, Fadli Zon juga berharap bahwa penulisan ulang sejarah Indonesia ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap perjalanan bangsa Indonesia. Ia meyakini bahwa buku sejarah terbaru ini akan menjadi alat yang efektif dalam memperkuat identitas nasional dan mempererat persatuan bangsa.
Dalam proses penulisan ulang ini, Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan masyarakat umum. Mereka akan terlibat dalam diskusi, masukan, dan verifikasi data untuk memastikan bahwa buku sejarah terbaru ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan.
“Kami ingin memastikan bahwa sejarah Indonesia yang disajikan dalam buku ini dapat mencerminkan keberagaman, kompleksitas, dan dinamika perjalanan bangsa ini. Ini adalah komitmen kami untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu dan menyiapkan fondasi yang kuat untuk masa depan,” tegas Fadli Zon.
Dengan semangat untuk memperkuat identitas nasional dan mempererat persatuan bangsa, Kementerian Kebudayaan berharap bahwa proyek penulisan ulang sejarah Indonesia ini dapat menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran sejarah yang lebih kuat di kalangan masyarakat Indonesia.







