Eks Marinir Gabung Militer Rusia, Apa yang Dilakukan TNI?

MALANG, Zona Malang – Mantan Anggota Marinir Bergabung dengan Militer Rusia, TNI AL Beri Tanggapan Tegas

MALANG, Zona Malang – Kabar mengejutkan datang dari mantan anggota Korps Marinir TNI AL. Seorang pria bernama Satria Arta Kumbara, yang terakhir berpangkat Sersan Dua, diketahui telah bergabung dengan militer Rusia. Hal ini menjadi sorotan publik setelah akun TikTok @zstorm689 mengunggah foto Satria berseragam TNI dan militer Rusia.

Menanggapi hal ini, Kadispenal Laksamana Pertama TNI I Ade Wira Hadybmenjelaskan bahwa Satria memang tercatat sebagai mantan anggota Marinir. Satria tercatat meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi sejak tanggal 13 Juni 2022 lalu. Ia sebelumnya merupakan anggota Inspektorat Korps Marinir (Itkormar).

Atas tindakannya, Satria dijatuhi hukuman pidana oleh Pengadilan Militer II-8 Jakarta. Vonis in absentia menetapkan hukuman satu tahun penjara dan pemecatan dari dinas militer. Putusan pengadilan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap sejak April 2023. Namun, belum dijelaskan apakah yang bersangkutan pernah menjalani masa hukuman tersebut.

TNI Angkatan Laut menyayangkan tindakan mantan anggotanya yang bergabung dengan militer asing. Hal ini tentu bertentangan dengan sumpah dan loyalitas yang seharusnya dipegang teguh oleh setiap anggota TNI. Hingga saat ini, belum ada informasi tambahan terkait aktivitas Satria di Rusia.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi pihak TNI AL. Sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara, TNI AL memastikan bahwa setiap anggotanya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kepatuhan terhadap hukum. Tindakan desersi dan bergabung dengan militer asing merupakan pelanggaran berat yang tidak dapat dibenarkan.

Pihak TNI AL menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan kasus ini dan akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan. Mereka juga berkomitmen untuk memastikan bahwa integritas dan profesionalisme anggota TNI AL tetap terjaga.

Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh anggota TNI, khususnya Korps Marinir, untuk senantiasa menjaga disiplin dan loyalitas terhadap negara. Setiap tindakan yang mencoreng nama baik institusi akan mendapatkan konsekuensi yang tegas.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap informasi yang berkaitan dengan aktivitas mencurigakan dari mantan anggota TNI. Kerja sama yang erat antara TNI dan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam situasi global yang semakin dinamis, kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga keutuhan dan keamanan negara. Setiap warga negara diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.