MALANG, Zona Malang – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) terus mendorong penerapan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di seluruh wilayah Indonesia. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menargetkan 138 desa/kelurahan ramah perempuan dan anak akan bertransformasi menjadi RBI hingga akhir tahun ini.
Saat ini, RBI telah diimplementasikan di tujuh titik yang mewakili lima zona di Indonesia, yaitu Jambi, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten. Arifah Fauzi menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama RBI adalah sinergi antar kementerian/lembaga dan melibatkan masyarakat. RBI tidak hanya menargetkan penguatan perempuan dan anak, tetapi juga penguatan keluarga sebagai unit terkecil bangsa.
Arifah menegaskan bahwa RBI hadir sebagai bentuk transformasi pendekatan pembangunan desa yang sebelumnya bersifat sektoral menjadi lebih kolaboratif. Jika desa sebagai struktur dasar masyarakat dapat diberdayakan secara menyeluruh, maka kekuatan bangsa akan tercipta dari akar rumput.
Selain itu, Arifah juga menjelaskan bahwa RBI akan menyediakan ruang aman di desa, seperti balai desa, yang dapat digunakan sebagai tempat sharing, parenting class, hingga diskusi tentang pengasuhan anak yang tepat. Program pemberdayaan perempuan juga difokuskan dengan menggandeng mitra untuk melakukan asesmen potensi dan sumber daya alam di desa, memberikan pelatihan sesuai keahlian masyarakat, dan memfasilitasi akses permodalan untuk pengembangan usaha.
Lebih lanjut, Arifah menyebut terdapat perbedaan antara desa ramah perempuan dan anak dengan Ruang Bersama Indonesia. Perbedaan utama terletak pada penambahan indikator kolaborasi dan sinergi. RBI juga akan menghadirkan permainan tradisional berbasis kearifan lokal untuk anak-anak, yang dinilai mampu membentuk karakter dan membangun nilai sosial pada anak.
Arifah menegaskan bahwa program RBI menjadi wujud nyata pendekatan pentahelix yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Beliau berharap RBI dapat menjadi model pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Dalam upaya mewujudkan RBI, Kementerian PPPA terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Salah satunya adalah dengan melibatkan masyarakat setempat untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi perempuan dan anak-anak di desa.
Selain itu, Kementerian PPPA juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi desa, serta menyusun rencana aksi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program RBI dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam upaya mendukung program RBI, Kementerian PPPA juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami konsep RBI dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkannya di desa masing-masing.
Melalui RBI, Kementerian PPPA berharap dapat menciptakan desa-desa yang ideal dan penuh dengan perempuan yang berdaya secara ekonomi, serta menciptakan ruang yang nyaman dan aman bagi perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program RBI dapat menjadi model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.







