MALANG, Zona Malang – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) untuk tahun 2025. Program ini memasuki Batch IX dan menghadirkan dua skema utama, yaitu Skema Reguler dan Skema Joint Degree.
Program PMDSU merupakan skema beasiswa terintegrasi yang menggabungkan jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3) dalam satu kesatuan program studi selama empat tahun. Beasiswa ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas lulusan sarjana, serta membentuk generasi baru dosen, peneliti, inovator, dan profesional yang mampu mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Pada Skema Reguler, tersedia kuota sebanyak 151 karyasiswa yang akan dipasangkan dengan 151 promotor dari perguruan tinggi dalam negeri yang telah bermitra resmi dengan Kemdiktisaintek. Promotor merupakan dosen atau peneliti yang memiliki rekam jejak riset bertaraf internasional dan telah lolos proses seleksi di tingkat nasional.
Sementara itu, Skema Joint Degree diperuntukkan bagi peserta yang ingin menempuh sebagian masa studi di luar negeri melalui kemitraan kampus Indonesia dengan institusi pendidikan luar negeri. Tahun ini, tersedia kuota 12 karyasiswa yang akan didampingi oleh 6 promotor. Tujuan utama dari skema ini adalah memperluas wawasan internasional mahasiswa serta memperkuat jejaring kolaborasi riset antarbangsa.
Sebanyak 27 perguruan tinggi dalam negeri telah ditetapkan sebagai mitra resmi penyelenggara Beasiswa PMDSU 2025. Daftar lengkapnya mencakup Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Andalas (Unand), Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan banyak lainnya.
Untuk skema Joint Degree, terdapat kolaborasi antara kampus Indonesia dan perguruan tinggi luar negeri, seperti ITB yang bekerja sama dengan NIMS University, Kanazawa University, dan Osaka University, serta ITS yang bermitra dengan Kumamoto University. Sementara itu, UNY menggandeng Technische Universität Dresden (University of Dresden). Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan lulusan PMDSU yang memiliki daya saing global dan kompetensi internasional dalam bidang penelitian.
Syarat umum pendaftaran PMDSU 2025 antara lain: lulusan sarjana (S1) dari perguruan tinggi terakreditasi, memiliki IPK tinggi (biasanya ≥ 3,25), usia maksimal mengikuti ketentuan (biasanya maksimal 26 tahun saat mendaftar), memiliki minat dan komitmen kuat dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian, serta bersedia mengikuti program pendidikan terintegrasi selama 4 tahun secara penuh waktu.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi www.pmdsu.id, dengan tahapan lengkap seleksi PMDSU Batch IX tahun 2025 meliputi: Pendaftaran Online (26 Mei – 26 Juni 2025), Seleksi Administrasi dan Akademik oleh promotor dan tim kampus penyelenggara, Pleno dan Penetapan Penerima Beasiswa (31 Juli 2025), Pengumuman Resmi Penerima Beasiswa (Agustus – September 2025), dan Penyaluran Dana Beasiswa (Oktober 2025).
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui media sosial resmi PMDSU di Instagram @pmdsu, atau melalui kanal informasi kampus mitra. Program PMDSU ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.
Bagi para lulusan sarjana yang memiliki minat dan komitmen kuat dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian, Beasiswa PMDSU 2025 merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Dengan beragam skema dan dukungan dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, program ini diharapkan dapat menghasilkan generasi baru yang mampu membawa kemajuan bagi Indonesia di masa depan.







