MALANG – Masyarakat Jawa bersiap menyambut datangnya 1 Suro, sebuah momen sakral yang sarat akan tradisi dan spiritualitas. Banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya 1 Suro tahun 2025 akan tiba? Bulan Suro, yang juga dikenal sebagai bulan Muharam dalam kalender Hijriah 1447 H, diperkirakan akan jatuh pada bulan Juni 2025.
Malam 1 Suro memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa, terutama bagi mereka yang masih menjunjung tinggi tradisi leluhur. Di malam yang dianggap sakral ini, berbagai kegiatan spiritual seperti tirakat, meditasi, dan ritual adat seringkali dilakukan. Masyarakat meyakini bahwa malam tersebut adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memohon keberkahan.
Nama “Suro” sendiri berasal dari istilah Arab “Asyura” yang berarti sepuluh. Seiring berjalannya waktu dan berpadu dengan budaya lokal, penyebutan tersebut mengalami perubahan dalam dialek Jawa menjadi “Suro” atau “Suran” di beberapa daerah. Perubahan ini menunjukkan bagaimana budaya luar dapat berakulturasi dengan kearifan lokal, menghasilkan tradisi yang unik dan khas.
Menurut informasi resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), 1 Suro 1959 Dal atau 1 Muharam 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Tanggal ini semakin istimewa karena bertepatan dengan weton Jumat Kliwon. Kombinasi hari dan pasaran dalam kalender Jawa ini dipercaya memiliki makna mistis atau keramat oleh sebagian masyarakat.
Perlu diingat bahwa malam 1 Suro 2025 akan dimulai sejak matahari terbenam pada hari Kamis, 26 Juni 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. Hal ini sesuai dengan keyakinan dalam budaya Jawa bahwa pergantian hari tidak dimulai pada pukul 00.00 seperti kalender Masehi, melainkan saat matahari terbenam (ba’da magrib) di hari sebelumnya.
Berikut ini kalender Jawa lengkap untuk bulan Juni 2025, sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenag (kemenag.go.id):
- Minggu, 1 Juni 2025 – Wage, 4 Besar 1958 Za’: 5 Dzulhijjah 1446 Η
- Senin, 2 Juni 2025 – Kliwon, 5 Besar 1958 Za’: 6 Dzulhijjah 1446 H
- Selasa, 3 Juni 2025 – Legi, 6 Besar 1958 Za’: 7 Dzulhijjah 1446 Η
- Rabu, 4 Juni 2025 Pahing, 7 Besar 1958 Za’: 8 Dzulhijjah 1446 Η
- Kamis, 5 Juni 2025 – Pon, 8 Besar 1958 Za’: 9 Dzulhijjah 1446 Η
- Jumat, 6 Juni 2025 – Wage, 9 Besar 1958 Za’: 10 Dzulhijjah 1446 Η
- Sabtu, 7 Juni 2025 – Kliwon, 10 Besar 1958 Za’: 11 Dzulhijjah 1446 H
- Minggu, 8 Juni 2025 – Legi, 11 Besar 1958 Za’: 12 Dzulhijjah 1446 H
- Senin, 9 Juni 2025 – Pahing, 12 Besar 1958 Za’: 13 Dzulhijjah 1446 H
- Selasa, 10 Juni 2025-Pon, 13 Besar 1958 Za’: 14 Dzulhijjah 1446 H
- Rabu, 11 Juni 2025 Wage, 14 Besar 1958 Za’: 15 Dzulhijjah 1446 H
- Kamis, 12 Juni 2025 – Kliwon, 15 Besar 1958 Za’: 16 Dzulhijjah 1446 H
- Jumat, 13 Juni 2025 Legi, 16 Besar 1958 Za’: 17 Dzulhijjah 1446 H
- Sabtu, 14 Juni 2025 – Pahing, 17 Besar 1958 Za’: 18 Dzulhijjah 1446 H
- Minggu, 15 Juni 2025 – Pon, 18 Besar 1958 Za’: 19 Dzulhijjah 1446 H
- Senin, 16 Juni 2025 Wage, 19 Besar 1958 Za’: 20 Dzulhijjah 1446 H
- Selasa, 17 Juni 2025 – Kliwon, 20 Besar 1958 Za’: 21 Dzulhijjah 1446 H
- Rabu, 18 Juni 2025 Legi, 21 Besar 1958 Za’: 22 Dzulhijjah 1446 H
- Kamis, 19 Juni 2025 – Pahing, 22 Besar 1958 Za’: 23 Dzulhijjah 1446 H
- Jumat, 20 Juni 2025 – Pon, 23 Besar 1958 Za’: 24 Dzulhijjah 1446 H
- Sabtu, 21 Juni 2025 Wage, 24 Besar 1958 Za’: 25 Dzulhijjah 1446 H
- Minggu, 22 Juni 2025 Kliwon, 25 Besar 1958 Za’: 26 Dzulhijjah 1446 H
- Senin, 23 Juni 2025 Legi, 26 Besar 1958 Za’: 27 Dzulhijjah 1446 H
- Selasa, 24 Juni 2025 – Pahing, 27 Besar 1958 Za’: 28 Dzulhijjah 1446 H
- Rabu, 25 Juni 2025 Pon, 28 Besar 1958 Za’: 29 Dzulhijjah 1446 H
- Kamis, 26 Juni 2025 – Wage, 29 Besar 1958 Za’: 30 Dzulhijjah 1446 H (Malam 1 Suro)
- Jumat, 27 Juni 2025 Kliwon, 1 Suro 1959 Dal: 1 Muharam 1447 H
- Sabtu, 28 Juni 2025 Legi, 2 Suro 1959 Dal: 2 Muharam 1447 H
- Minggu, 29 Juni 2025 – Pahing, 3 Suro 1959 Dal: 3 Muharam 1447 H
- Senin, 30 Juni 2025 Pon, 4 Suro 1959 Dal: 4 Muharam 1447 H
Dengan mengetahui tanggal pasti 1 Suro 2025, masyarakat Jawa dapat mempersiapkan diri untuk menyambut dan merayakan malam sakral ini dengan khidmat dan penuh makna. Tradisi dan ritual yang dilakukan diharapkan dapat membawa keberkahan dan kedamaian bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.







