MALANG – Isu boikot produk yang terafiliasi dengan Israel masih terus bergulir di tengah masyarakat Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Salah satu perusahaan makanan raksasa di Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, ikut terseret dalam pusaran isu ini. Banyak konsumen yang mempertanyakan keterkaitan Indofood dengan Israel, dan apakah produk-produknya termasuk dalam daftar boikot.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yang kita kenal luas ini, didirikan oleh Sudono Salim atau Liem Sioe Liong pada tahun 1968. Awalnya bernama Lambang Insan Makmur, kemudian berubah menjadi PT Panganjaya Intikusuma di tahun 1990, dan akhirnya menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada tahun 1994. Produk-produknya sangat mudah ditemukan, mulai dari warung kecil hingga supermarket besar.
Produk Indofood sangat beragam, mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari. Beberapa produk unggulannya termasuk mie instan seperti Indomie, Pop Mie, dan Sarimi; snack seperti Cheetos, Chiki, dan Chitato; susu seperti Indomilk dan Cap Enaak; tepung seperti Cakra Kembar Emas dan Segitiga Biru; serta makanan bayi seperti SUN dan Promina. Keberadaan produk-produk ini sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia.
Lantas, apakah Indofood benar-benar terafiliasi dengan Israel? Berdasarkan penelusuran, Indofood memiliki beberapa pemegang saham yang juga memiliki saham di perusahaan yang terkait dengan Israel. Hal ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan dari masyarakat mengenai netralitas perusahaan terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Salah satu pemegang saham Indofood adalah First Pacific Company Limited, perusahaan investasi yang berbasis di Hong Kong, yang menguasai 50,7% saham Indofood. First Pacific diduga memiliki saham di Hutchison Whampoa Limited, yang juga memiliki saham di perusahaan telekomunikasi Israel, Partner Communications Company Ltd.
Selain itu, The Vanguard Group Inc, perusahaan investasi asal Amerika Serikat, juga memiliki 1,9% saham Indofood. The Vanguard Group Inc tercatat memiliki saham di perusahaan yang terafiliasi dengan Israel, seperti Check Point Software Technologies Ltd, Teva Pharmaceutical Industries Ltd, dan Bank Hapoalim BM. Kepemilikan saham ini menjadi dasar bagi sebagian masyarakat untuk mempertanyakan keberpihakan Indofood.
“Saya jadi ragu mau beli produk Indofood lagi. Walaupun enak dan murah, tapi kalau ternyata mendukung Israel, saya lebih baik cari alternatif lain,” ujar seorang ibu rumah tangga di Malang yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keraguannya setelah mengetahui informasi ini.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Indofood mengenai isu afiliasi dengan Israel ini. Masyarakat masih menunggu klarifikasi dari perusahaan terkait tuduhan tersebut. Diharapkan, Indofood dapat memberikan penjelasan yang transparan agar konsumen dapat membuat keputusan yang bijak dalam memilih produk.







