MALANG – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bogor dan sekitarnya! Pencairan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua untuk wilayah Bogor dan sekitarnya telah resmi dimulai hari ini, Rabu (25/06/2025). Dana bantuan untuk periode April, Mei, dan Juni 2025 ini disalurkan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima, baik lama maupun baru, diimbau segera melakukan pengecekan status bantuan.
Pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos, situs resmi Kemensos, atau langsung memantau saldo pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merah putih. Warga Bogor, baik Kota maupun Kabupaten, yang terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT, disarankan untuk waspada. Ada kemungkinan dana bantuan sudah masuk ke rekening KKS tanpa pemberitahuan resmi melalui SMS atau pengumuman tertulis. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bantuan akan masuk secara tiba-tiba pada malam hari.
Oleh karena itu, penerima diminta untuk secara berkala mengecek saldo di ATM, E-warong, atau tempat pencairan yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Khusus bagi KPM yang telah melakukan pengecekan secara daring dan menemukan status bantuannya telah berubah menjadi “SI” atau Siap, ini saatnya melakukan verifikasi lanjutan dan memeriksa rekening KKS. Status “SI” menandakan data penerima telah diverifikasi dan dijadwalkan menerima pencairan bantuan sosial.
Beberapa daerah di Jawa Barat lain juga telah mengkonfirmasi pencairan bantuan sosial. Di Majalengka, pencairan BPNT tahap kedua telah berhasil dilakukan melalui Bank BRI dengan Kartu KKS, setiap KPM menerima Rp600.000. Proses pencairan dilaporkan berjalan lancar, penerima dapat mencairkan dana melalui ATM maupun E-warong yang bekerja sama dengan BRI.
Sementara itu, di Indramayu, pencairan program PKH telah berlangsung melalui Bank BNI, dengan nominal bantuan Rp825.000 per keluarga penerima. Dana tersebut sudah bisa diambil melalui Kartu KKS Bank BNI, dan masyarakat diimbau segera memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan pokok. Selain bantuan tunai, pemerintah juga tengah mempersiapkan penyaluran bantuan beras 20 kilogram untuk masing-masing keluarga penerima manfaat.
Pemerintah juga berencana memberikan tambahan uang tunai Rp400.000 bagi penerima program BPNT Murni yang bergantung pada bantuan sosial tanpa pendapatan tetap. Tambahan ini diharapkan dapat memberikan dukungan lebih agar kebutuhan dasar mereka bisa tercukupi dengan baik.







