Warga [Nama Kota/Kabupaten] Merapat! Renovasi Rumah Impian Terwujud dengan KUR 2025, Bunga Cuma 6 Persen! Ini Cara Ajukannya!

MALANG – Kabar gembira bagi para pelaku UMKM! Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan perluasan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2025, yang kini mencakup pembiayaan perumahan, termasuk renovasi rumah yang digunakan untuk kegiatan usaha. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi UMKM untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka. Skema baru ini rencananya akan mulai diimplementasikan pada semester kedua tahun 2025.

Program KUR sendiri adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan akses pembiayaan modal kerja dan investasi bagi UMKM yang produktif dan layak namun belum memenuhi syarat perbankan konvensional. Dengan adanya KUR, diharapkan UMKM bisa lebih mudah mendapatkan pinjaman untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Perluasan KUR ke sektor perumahan menjadi langkah strategis untuk mendukung UMKM dari berbagai sisi.

Tidak hanya perumahan, KUR 2025 juga menyasar dua sektor penting lainnya, yaitu petani tebu dan pekerja migran. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, menyediakan akses rumah layak bagi masyarakat, serta mendukung keberangkatan dan pelatihan bagi para pekerja migran Indonesia. Pemerintah berharap, dengan fokus pada tiga sektor ini, KUR dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa plafon KUR untuk renovasi rumah yang digunakan untuk usaha mencapai Rp13 triliun. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan plafon sebesar Rp117 triliun untuk membiayai kontraktor kecil dan menengah dengan modal di bawah Rp5 miliar dan omzet di bawah Rp50 miliar. Dengan kucuran dana ini, diharapkan sektor konstruksi juga akan ikut merasakan dampak positif dari program KUR.

“Untuk perorangan di mana untuk demand side ini bisa juga untuk renovasi rumah yang digunakan untuk usaha,” ujar Airlangga pada jumpa pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat pada Kamis, 3 Juli 2025. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung UMKM melalui berbagai skema pembiayaan yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan.

Penyaluran KUR Perumahan, termasuk untuk renovasi rumah, akan dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BTN, BNI, dan Mandiri, serta lembaga pembiayaan swasta lainnya. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen, sehingga jika bunga bank sebesar 11 persen, UMKM hanya perlu membayar bunga sebesar 6 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban UMKM dan mendorong mereka untuk memanfaatkan fasilitas KUR.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menambahkan bahwa aturan teknis mengenai KUR Perumahan akan segera diterbitkan pada Juli 2025. Maruarar juga berencana menunjuk seorang Direktur Jenderal di kementeriannya untuk bertanggung jawab langsung terhadap program ini, guna memastikan implementasi berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Jadi kami mesti bekerja dengan cepat untuk menyiapkan aturan menteri. Karena itu harus kami selesaikan bulan Juli ini,” kata Maruarar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan segala aspek teknis agar program KUR Perumahan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.