Apa Arti Slavic Girls dan Iclik Viral di TikTok? Pesona Kreativitas dan Kontroversi Warganet

Apa arti dan maksud kata Slavic Girls serta Iclik Viral di TikTok? bahasa gaul TikTok 2023 terbaru

MALANG, 14 Desember 2023 – Media sosial TikTok kembali menjadi saksi munculnya tren baru yang menarik perhatian pengguna di seluruh dunia, lantas apa arti dari Slavic Girls dan Iclik Viral di TikTok?

Kali ini, istilah viral TikTok “Slavic Girls” tengah viral di platform tersebut, diiringi dengan penggunaan istilah “iclik” yang juga mencuri perhatian.

Istilah viral “Slavic Girls” memunculkan gelombang kreator konten yang membuat video pendek dengan melakukan lip sync menggunakan lagu Rusia berjudul “Marmelada” karya Katya Lel sebagai latar musik.

Para kreator juga menampilkan tutorial makeup untuk musim dingin dengan sentuhan khas Slavia, termasuk menggunakan penutup kepala Ushanka yang merupakan ikon fashion Rusia.

Menariknya, beberapa kreator bahkan berkreasi dengan menggunakan hewan peliharaan berbulu tebal, seperti anabul, sebagai pengganti Ushanka. Video-video ini berhasil mencuri perhatian pengguna TikTok dan menarik banyak penggemar.

Lagu “Marmelada” yang dirilis pada tahun 2003 oleh Katya Lel menceritakan kisah seorang wanita yang awalnya menyakiti kekasihnya, namun akhirnya menciumnya dengan gairah yang membara.

Namun, tren ini juga menimbulkan kontroversi karena penggunaan istilah “iclik.” Iclik, yang diambil dari bahasa Jawa, memiliki makna dewasa terkait dengan hubungan suami istri secara seksual atau berhubungan badan.

Asal usul kata ini bermula dari “kiclik” yang merujuk pada masturbasi dan berkembang menjadi “ngiclik,” yang pada akhirnya disederhanakan menjadi “iclik.”

Menurut Johnstown Area Heritage Association (JAHA), istilah “Slavic Girls” merujuk pada orang-orang dari negara-negara Slavia seperti Belarus, Bosnia, Bulgaria, Kroasia, dan lainnya.

Meskipun iclik menjadi tren di TikTok, perlu diingat bahwa kata ini memiliki konotasi vulgar dan seharusnya hanya digunakan oleh pasangan suami istri yang telah sah menikah. Penggunaan kata ini oleh muda-mudi yang baru menjalin hubungan dapat dianggap tidak pantas.

Sementara tren ini terus meramaikan TikTok, masyarakat diingatkan untuk menggunakan kata-kata dengan bijak, memahami maknanya, dan tetap menjaga etika dalam bermedia sosial.***