Apa Arti dari Tren ‘Menyala Abangku’ dan ‘Ilmu Padi’? Makna, Asal Usul, dan Viralitas di Media Sosial

Zona Malang – Belakangan ini, di berbagai platform media sosial terutama TikTok, Facebook, Threads, dan aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Telegram, ramai terdengar istilah yang menjadi perbincangan hangat, yaitu “menyala abangku🔥” atau “manyaka abangku🔥” dengan emoticon api di akhir kalimat nya. Begitu pula dengan kalimat “ilmu padi🌾” dengan emoticon padi di akhir kalimatnya.

Tren ini mencerminkan kreativitas Gen Z dalam merangkai bahasa gaul yang semakin bervariatif. Namun, mungkin masih ada yang bertanya-tanya tentang makna sebenarnya di balik frasa tersebut. Mari kita simak penjelasan lengkapnya.

Arti “Menyala Abangku” Viral TikTok

Trend ini bermula dari video TikTok yang diunggah oleh @mamangwinner pada tahun 2021 yang kemudian kembali viral di tahun 2024. Istilah “menyala abangku” atau “manyala abangku” merupakan gabungan antara “menyala” yang mengacu pada keadaan yang bersinar atau terang, dan “abangku” yang merupakan panggilan akrab untuk menyebut seseorang yang lebih tua atau dihormati.

Awalnya, kata “manyala” dikenal sebagai jargon dari Borneo FC yang digunakan oleh para pemainnya seperti Diego Michiels. Frasa “menyala abangku” atau “manyala abangku” digunakan untuk memuji teman, saudara, idola, atau bahkan kekasih yang memiliki keistimewaan atau kemampuan yang menonjol, layak mendapat pengakuan dan pujian.

Selain sebagai pujian, frasa ini juga digunakan untuk merespons cuitan atau pendapat yang dianggap keren atau berani. Penggunaan frasa ini menunjukkan apresiasi terhadap tindakan atau prestasi seseorang.

Arti “Ilmu Padi”

“Ilmu Padi” adalah ungkapan yang mengajak untuk menjaga sikap rendah hati meskipun memiliki pengetahuan atau meraih kesuksesan. Frasa ini sering disertai dengan emoticon padi 🌾 sebagai simbol kerendahan hati, karena dalam budaya Indonesia, padi dianggap sebagai simbol yang merendahkan diri karena semakin berisi, semakin merunduk.

Awalnya, konsep “Ilmu Padi” mulai digunakan oleh pemain sepak bola di Indonesia sebagai ungkapan penghargaan atau rasa hormat kepada sesama pemain. Kemudian, frasa ini menyebar ke media sosial dan banyak digunakan untuk memberikan apresiasi atau mengomentari sikap seseorang, terutama dalam konteks keberhasilan dan kerendahan hati.

Viral di Berbagai Konteks

Kedua frasa ini, “menyala abangku” dan “ilmu padi,” tidak hanya populer di kalangan pecinta sepak bola, tetapi juga telah merambah berbagai kalangan di media sosial. Ungkapan-ungkapan ini memiliki makna yang mendalam dan sering kali digunakan untuk memberikan apresiasi atau mengomentari sikap seseorang dalam konteks keberhasilan dan kerendahan hati.

Tidak hanya menjadi bagian dari bahasa gaul di media sosial, frasa ini juga telah merambah ke dunia politik dan bahkan dijadikan meme oleh beberapa akun. Penggunaan frasa ini semakin meluas dan menunjukkan kreativitas serta adaptabilitas pengguna media sosial dalam merespons dan menciptakan tren baru.***