4 Tanda Jika Kamu Mengalami Puber Kedua, Salah Satunya Suka Menjauh

Zona MalangPuber kedua, istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku atau sifat pada individu paruh baya, terasa seperti kembali ke masa remaja.

Meskipun istilah ini tidak terdengar dalam dunia medis, namun sangat berkaitan dengan kondisi psikologis yang dikenal sebagai krisis pertengahan hidup, yang umumnya terjadi di antara usia 40 hingga 50 tahun.

Secara umum, krisis pertengahan hidup dipicu oleh rasa takut terhadap penuaan, kesulitan dalam menerima kenyataan bahwa masa produktif telah berlalu, atau keinginan untuk merasa muda kembali. Jika seseorang mampu mengendalikannya, krisis pertengahan hidup bisa membawa berbagai manfaat, seperti menjelajahi minat dan hobi baru atau membangun hubungan sosial yang lebih berarti.

Namun, sayangnya, beberapa individu terjebak dalam kondisi ini. Menurut penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Research Ideas and Outcomes pada tahun 2021, krisis pertengahan hidup berpotensi menghasilkan gangguan mental, seperti stres, depresi, dan kecemasan karena ketidakpuasan terhadap kehidupan mereka.

Dalam kasus yang lebih buruk, krisis pertengahan hidup dapat mengurangi kesejahteraan seseorang dan meningkatkan risiko perilaku merusak diri.

Lalu, apa saja ciri-ciri seseorang yang mengalami puber kedua ini? Berikut adalah empat di antaranya:

  1. Merasa Rendah Diri dan Tidak Puas Pada pria, perasaan rendah diri sering muncul karena merasa tidak setangguh atau sesukses masa muda mereka. Mereka sering membandingkan diri dengan generasi yang lebih muda dan selalu merasa tertinggal. Sedangkan pada wanita, mereka merasa tidak puas dengan pencapaian mereka sejauh ini. Sehingga, mereka berusaha untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, meskipun usia mereka tidak lagi muda.
  2. Perubahan Perilaku dan Penampilan Banyak individu paruh baya, baik pria maupun wanita, menunjukkan perubahan perilaku dan penampilan yang menyerupai anak muda zaman sekarang. Mereka mungkin mewarnai rambut untuk menutupi uban, menggunakan riasan, atau bahkan menjalani operasi plastik. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan rasa percaya diri yang mungkin sudah memudar.
  3. Hubungan yang Menjauh dengan Keluarga Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami puber kedua. Mereka mungkin tidak lagi memberikan perhatian penuh kepada suami dan anak-anak mereka karena merasa tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
  4. Perilaku Impulsif Pria yang mengalami krisis pertengahan hidup atau puber kedua sering kali terjerumus dalam perilaku impulsif, seperti berhenti dari pekerjaan tanpa alasan yang jelas, berselingkuh, atau menghabiskan uang secara sembarangan. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mengambil kendali atas hidup mereka. Meskipun perilaku ini lebih umum pada pria, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada wanita.

Untuk mencegah gangguan mental yang mungkin timbul akibat puber kedua, ada beberapa langkah yang dapat Anda terapkan. Misalnya, meningkatkan kesadaran diri, mencari dukungan dari orang-orang terdekat, dan menerima perubahan dalam hidup secara positif dan sehat.

Jika puber kedua telah berdampak negatif pada kesehatan mental Anda, berkonsultasilah dengan seorang ahli seperti seorang psikolog untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Demikianlah pembahasan tentang empat ciri orang yang mengalami puber kedua, seperti yang dilansir dari sumber-sumber seperti goodtherapy.com, helpguide.org, greatergood.berkeley.edu, dan kidshealth.org. Semoga informasi ini bermanfaat!.***