Profil Valdi Ghifari, Buntut Video Siaran Langsung: Mantan Kekasih Pratama Arhan Minta Maaf

Zona Malang – Sebuah video siaran langsung baru-baru ini menjadi bahan perbincangan hangat di dunia maya, karena menyentuh ranah pribadi dan keluarga Pratama Arhan, pesepak bola yang dikenal luas.

Video tersebut menampilkan Marshella Aprillia, mantan kekasih Pratama Arhan, bersama dengan temannya Valdi Ghifari.

Dalam video tersebut, Valdi Ghifari menyindir Pratama Arhan dengan menggambarkan sang pesepak bola sebagai sosok yang kurang berkecukupan secara finansial.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan gaji Andre Rosiade, seorang anggota DPR, dengan sindiran bahwa gaji tersebut tidak seberapa jika tidak melibatkan korupsi.

Meskipun Valdi tidak menyampaikan hal ini secara langsung, namun sikapnya merendahkan Pratama Arhan dan pekerjaan ayah Azizah Salsha, yang merupakan istri Pratama Arhan.

Dalam video tersebut, Marshella hanya diam dan tertawa bersama temannya yang membuat sindiran tersebut.

Yang menambah kompleksitas situasi adalah fakta bahwa Andre Rosiade adalah ayah dari Azizah Salsha, yang merupakan istri Pratama Arhan.

Pasca viralnya video tersebut, Marshella Aprillia merasa perlu memberikan klarifikasi dan meminta maaf melalui Instagram Story.

Dia mengakui bahwa respons mereka terhadap like dan dislike dalam video tersebut tidak bijaksana, dan mereka telah merendahkan pihak lain.

Marshella juga mencatat bahwa Valdi Ghifari adalah temannya yang suka bercanda, dan dia hanya ingin membela dirinya.

Meskipun begitu, Marshella menegaskan bahwa tindakan mereka tidak dibenarkan.

Kontroversi ini telah memicu reaksi publik yang geram, dengan berbagai komentar dan serbuan ke akun media sosial Marshella di Instagram.

Profil Valdi Ghifari

Melalui akun TikTok @valdighifari, diketahui Valdi Ghifari merupakan orang yang menggilai dunia otomotif.

Pada postingan di akun Tiktok miliknya, dia menggunggah ajang mobil drift.

Terlihat juga dia sempat mengendarai mobil-mobil tersebut sambil membawa trophy.

Sebuah peristiwa yang menunjukkan bahwa sikap dan tindakan di media sosial dapat memiliki konsekuensi serius, bahkan dalam situasi yang mungkin dianggap remeh. ini***