Bacaan Doa Ziarah Kubur Arab Latin dan Artinya, Diamalkan Menjelang Puasa Ramadhan

Berikut ini adalah doa ziarah kubur dalam bahasa Indonesia, yang merupakan terjemahan dari doa yang sering dibaca dalam bahasa Arab

Zona Malang – Umat Islam dikenal dengan penggunaan bahasa Arab dalam berdoa, tetapi hal tersebut tidaklah bersifat eksklusif.

Menurut laman resmi Muslim, berdoa di luar konteks salat diperbolehkan menggunakan bahasa selain Arab, terutama jika doa tersebut lebih dipahami dan dapat menghadirkan hati dalam berdoa.

Syaik Ibnu Taymiyyah dalam kitab Majmu’ Al Fatawa juga menyatakan bahwa berdoa tidak harus menggunakan bahasa Arab karena Allah mengetahui maksud dan tujuan dari individu tersebut, bahkan jika bahasanya tidak fasih. Oleh karena itu, penggunaan bahasa lain dalam berdoa, termasuk bahasa Indonesia, juga diperbolehkan.

Meskipun demikian, tidak ada tuntunan khusus atau doa ziarah kubur tertentu yang dianjurkan dalam bahasa Indonesia. Namun, berikut ini adalah doa ziarah kubur dalam bahasa Indonesia, yang merupakan terjemahan dari doa yang sering dibaca dalam bahasa Arab:

Bacaan Doa Ziarah Kubur Arab Latin dan Artinya

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafìhii wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madkholahu, waghsilhu bil maa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan hhairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.”

Artinya:
Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.”

Selain membaca doa, ada juga adab-adab yang harus dijaga saat ziarah kubur, seperti membaca doa dan ayat-ayat Al-Quran, berperilaku baik, mengucapkan salam, tidak duduk di atas kuburan, dan merenungkan keadaan orang yang telah meninggal.

Semua ini adalah wujud penghormatan dan penghormatan kepada mereka yang telah meninggalkan dunia ini.***